Isi Khutbah Jumat, Abrar Zym Ingatkan Generasi Muda Tidak Rayakan Tahun Baru

Isi Khutbah Jumat, Abrar Zym Ingatkan Generasi Muda Tidak Rayakan Tahun Baru
Kakankemenag Aceh Besar H Abrar Zym S.Ag MH saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Jami' Lueng Bata, Jumat (31/12) (Foto: Rifki Ismail)

BANDA ACEH – “Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah:133)

Kutipan Surat Al-Baqarah ayat 133 itu disampaikan Kakankemenag Aceh Besar, Ustadz H. Abrar Zym, S.Ag., MH saat Menjadi Khatib Shalat Jumat di Mesjid Jami’ Lueng Bata, Kota Banda Aceh (31/12)

Abrar Zym menyampaikan bahwa peran ayah sangatlah penting dalam mendidik anaknya. Sebagai pemimpin keluarga, ayah adalah sosok yang sangat bertanggungjawab dalam melindungi keluarga dan anaknya dari bahaya api neraka.

“Semua Nabi agamanya adalah agama islam, semua Nabi menyembah Allah, tetapi Hanya Syariatnya yang Berbeda. Maka jangan dicampur adukkan agama, dan senantiasa sebagai ayah, kita selalu ingatkan anak-anak kita bahwa tidak ada tuhan lain selain Allah SWT” ujarnya.

Tak sampai disitu, lanjut Ustadz Abrar, mengisahkan bagaimana peran para ayah yaitu Kisah Nabi Ya’kub, Nabi Ibrahim, Nabi Syuib, Nabi Nuh dan Kisah Lukmaul Hakim yang diabadikan Allah dalam Al-Quran sebagai pelajaran hikmah dan teladan bagi umat manusia dalam mendidik anaknya dengan kelembutan dan penuh kasih sayang.

“Nah ini Al-Quran mengajarkan kepada kita agar ayah ambil bagian dalam mendidik anaknya. Karena mendidik anak bukan hanya tugas ibu, melainkan ayah juga harus mengambil bagian dalam mendidik anak sebagaimana yang Alquran Ajarkan” tegas Abrar.

Terakhir, Abrar Juga mengingatkan kepada seluruh generasi muda dan para ayah agar menjaga anak-anaknya untuk tidak merayakan atau menyambut tahun baru dengan berbagai kegiatan hura-hura yang tidak mengarah kepada manfaat dan ibadah kepada Allah SWT.

“Tidak ada yang hebat dan luar biasa dalam menyambut tahun baru, yang hebat itu bukan bergadang, menunggu tengah malam pergantian tahun, melainkan menunggu malam untuk qiyamul lail, bangun cepat penuhkan masjid untuk subuh berjamaah dan ibadah-ibadah lainnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan Kepada Allah SWT” tuntasnya.