BANDA ACEH – Polda Aceh berhasil menangkap tiga pelaku penembakan yang menewaskan anggota TNI Kapten Abdul Majid yang merupakan Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI di Pidie.
Ketiga pelaku M (41), F (42) dan D (48)ditangkap Minggu, (31/10/2021) di beberapa lokasi berbeda oleh tim gabungan Polda Aceh, Polres Pidie dan POM TNI yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Padli SIK.
Saat ini polisi masih mendalami asal usul senjata SS1 V2 milik tersangka D (48) yang digunakan untuk mengeksekusi anggota TNI tersebut.
“F ini bertindak sebagai eksekutor, D sebagai penyedia senjata dan M yang merancang skenario perampokan,”kata Kombes Winardy saat konferensi pers kepada wartawan di lobi Mapolda Aceh, Minggu (31/10/2021).
Kata Kabid Humas, Korban di eksekusi dengan senjata SS1 V2 dengan cara ditembakkan ke arah mobil.
“Tersangka F menembak ke arah mobil korban, kemudian tembus dari pintu sebelah kanan. Korban mengalami luka tembak yang tembus dari pinggang kiri ke pinggan kanan,”ungkapnya.
Dikatakan Winardy, usai melakukan penembakan, senjata serbu jenis SS1 V2 milik D mereka sembunyikan di kebun milik D.
Winardy mengatakan, senjata SS1-V2 ditemukan di kebun tersangka D, beberapa saat setelah ditangkap pada pukul 00.20 WIB dini hari tadi. Tiga jam kemudian, polisi kemudian menangkap M di Gampong Sagoe Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.
Kemudian sekitar pukul 08.45 WIB, polisi kemudian meringkus tersangka F di Gampong Sagoe Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Tersangka F terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri.
Kepada wartawan Kombes Pol Winardy menuturkan, motif penembakan tidak ada kaitannya dengan kombatan GAM. Penembakan ini murni kasus kriminal perampokan uang milik korban.
“Tidak ada kaitannya dengan eks kombatan GAM. Saat ini, kita masih selidiki dari mana senjata api itu diperoleh oleh tersangka D. Nanti akan kita konfirmasi lebih lanjut,” tuntas Kombes Winardy.






