Di Rumah, Pengasuhan Ayah dan Ibu Harus Seimbang

Pj. Ketua TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki, saat memberikan sambutan dan arahan pada Sosialisasi Parenting Ayah yang diikuti para Pengurus TP-PKK Aceh dan Pengurus DWP Aceh serta Para Pengurus PKK dan DWP Kabupaten/ Kota se-Aceh secara virtual, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/12/2022). (Foto: Humas Aceh)

BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Marzuki menegaskan, peran pengasuhan ayah dan ibu di rumah, harus seimbang. Sebab peran proposional dari kedua orang tua itu sangat penting bagi anak, agar tumbuh kembang mereka dapat berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Ayu dalam Sosialisasi Parenting yang diinisiasi oleh TP PKK Aceh, dengan tema: Ayah, Anak dan Keluarga, di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, 15 Desember 2022.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DWP Aceh, Ketua TP PKK Banda Aceh, Ketua TP PKK Aceh Besar, anggota PKK dan DWP Aceh, sedangkan peserta lainya mencakup TP PKK kabupaten dan kota yang mengikuti acara itu secara virtual.

Acara itu juga mendatangkan langsung narasumber andal yang konsen terhadap pengasuhan anak, yakni Kepala UPTD Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Michael Oktaviano, Ustadz Tgk. H. Masrul Aidi, dan Aktifis Anak Taufik Riswan Aluebilie.

Ayu menerangkan, orangtua adalah panutan utama bagi anak-anaknya, baik ayah maupun ibu, harus saling berbagi peran dalam pengasuhan anak, termasuk mampu bersama-sama menjadi panutan dalam penerapan segala aspek kehidupan. “Orangtua dituntut mampu menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Karena anak adalah peniru terbaik,” kata Ayu.

Sebagaimana diketahui, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara fatherless atau father hunger terbanyak di dunia. Fenomena ini muncul sebagai akibat dari hilangnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Fatherless sebenarnya bukan hanya soal kehadiran dan keterlibatan secara fisik saja tapi juga secara psikologis.

Ayu menerangkan, dalam pola pengasuhan ideal, selayaknya seorang ayah juga turut berperan aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Sosoknya ayah yang mempunyai sisi logis dan maskulin mampu mendidik anak dalam segi pola pikir mereka, sehingga anak mampu belajar untuk mengambil keputusan, ketegasan dan kemandirian. “Dari ayah, anak bisa belajar dari aktivitas bermain atau bisa juga mengajak anak untuk ikut membantu urusan domestik,” terang Ayu.

Sedangkan, peran ibu yang memiliki sisi emosional dan feminim, kata Ayu, akan bertindak atau mengambil andil dalam mendidik dari segi pendewasaan dan kematangan emosi, rasa empati serta kasih sayang, di luar dari memantau perkembangan si buah hati.

Selain itu, Ayu juga mengungkapkan, pola asuh yang proposional dari kedua orang tua di rumah berinterelasi terhadap angka prevalensi stunting yang tinggi dan cakupan imunisasi rendah, terutama kaitannya dengan rendahnya peran ayah di rumah.

“Sebuah studi menyebutkan bahwa kehadiran ayah di meja makan bersama anak, akan menambahkan berat badan balita atau anak. Sebab pola makan ayah sangat berpengaruh pada anak, ayah makan sayur anak akan meniru. Jadi perkembangan anak berkaitan dengan pola makan dan pola asuh anak yang proposional,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Ayu berharap melalui sosialisasi parenting ini, para orang tua khususnya ayah dapat memahami betapa pentingnya peran kedua belah pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak.