ACEH BESAR – Masa Jabatan Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dan Wakil Bupati Aceh Besar hanya menyisakan beberapa bulan lagi. Beberapa sektor yang menjadi fokus pembangunan Kota Jantho diantaranya, sektor pariwisata, sektor Pendidikan dan sektor olahraga.
Akademisi Universitas Abulyatam Usman Lamreung melihat Pemkab Aceh Besar masih belum mampu membuat Kota Jantho bergeliat seperti halnya ibu kota Kabupaten/Kota lainnya di Aceh.
Salah satu yang menjadi sorotan Usman Lamreung adalah kegagalan di sektor pendidikan dengan batalnya pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kota Jantho. Hal ini ia nilai karena lemahnya lobi dan komunikasi dengan Pemerintah Pusat oleh elite Aceh Besar.
“Ini padahal harapan semua masyarakat Aceh Besar (Pembangunan Kampus IPDN), padahal sudah ditetapkan pembangunannya di Kota Jantho, tiba-tiba batal, saya kira Pemkab kita kurang membangun komunikasi dengan pusat,” ujar Usman Lamreung, Jumat, 7 Januari 2022.
Kemudian, kata Usman, di sektor olahraga, meski sukses melaksanakan PORA ke-13. Namun pasca PORA selesai, sarana dan prasarana yang terletak di Kota Jantho kini seperti tidak terurus dan mulai rusak. Padahal, pembangunannya menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
“Gedung GOR sudah mulai rusak, padahal semangat awal semua event olahraga akan dipertandingkan di Kota Jantho untuk membuat kota kebanggaan Aceh Besar itu bergeliat,” imbuhnya.
Sebagai warga asli dan bermukim di Aceh Besar, dirinya berharap seluruh program-program pro rakyat yang dicetuskan oleh pasangan Mawardi Ali dan Waled Husaini dapat segera direalisasikan.
“Saya sebagai masyarakat Aceh Besar selalu sampaikan, tempatkanlah pejabat sesuai kompetensinya, bukan karena ada muatan politis atau titipan didalamnya. Agar semua program yang dicanangkan dapat tereksekusi dengan baik, dan juga terhindar dari penyalahgunaan jabatan hingga berpotensi terjadi korupsi yang pastinya akan menimbulkan masalah hukum dikemudian hari,”pungkas Usman. (Sa)






