Mediasatunews.com | NAGAN RAYA — Malam yang seharusnya sunyi di pelosok Desa Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, justru menjadi saksi sebuah perjuangan hidup yang menggetarkan hati.
Di sebuah rumah sederhana, seorang bayi mungil, Muhammad Rafasya Afkar, terbaring lemah—berjuang melawan penyakit jantung bocor yang setiap detiknya menjadi perlombaan dengan waktu.
Di tengah keterbatasan dan kecemasan yang tak kunjung reda, secercah harapan akhirnya datang. Sosok aparat kepolisian, AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H., hadir langsung menembus gelapnya malam pada Kamis (7/5).
Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadirannya membawa empati, kepedulian, dan harapan baru bagi keluarga kecil yang nyaris kehilangan arah.
Rafasya, yang oleh tim medis didiagnosis mengalami kelainan jantung serius, kini berpacu dengan waktu untuk segera mendapatkan operasi. Namun, realitas pahit berbicara lain—keterbatasan ekonomi menjadi tembok besar yang menghalangi langkah menuju kesembuhan.
Melihat kondisi tersebut, AKP Muhammad Rizal tak tinggal diam. Dengan penuh kepedulian, ia datang memberikan dukungan moril sekaligus bantuan nyata. Di tengah suasana haru, kehadirannya seakan menjadi cahaya di ujung lorong gelap yang selama ini menyelimuti keluarga Rafasya.
“Alhamdulillah, kami bersama rombongan telah hadir menjenguk ananda Muhammad Rafasya Afkar setelah mendapatkan kabar. Harapan kami, semoga Rafasya segera pulih dan mendapatkan penanganan medis terbaik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026), dengan nada penuh harap.
Di balik wajah lelah, kedua orang tua Rafasya Eki Sanjaya dan Feni Sarlina tak mampu menahan haru. Rasa syukur bercampur tangis pecah saat melihat masih ada kepedulian di tengah sulitnya keadaan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak AKP Muhammad Rizal beserta rombongan. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap Eki dengan suara bergetar, menahan emosi.
Kisah ini bukan sekadar tentang sakit seorang bayi. Ini adalah tentang perjuangan, tentang harapan yang nyaris padam namun kembali menyala, dan tentang kemanusiaan yang hadir di saat paling dibutuhkan.
Kini, waktu menjadi lawan terbesar bagi Rafasya. Setiap detik begitu berharga. Di tengah segala keterbatasan, doa terus mengalir, harapan terus dipanjatkan agar seorang bayi kecil bisa terus bernafas, tumbuh, dan suatu hari nanti tersenyum tanpa rasa sakit. Sebab di balik tubuh kecil itu, ada perjuangan besar yang tak boleh kalah. (*)






