Luapan Krueng Tadu Rendam Jalan Nasional, Polisi Atur Lalu Lintas di Nagan Raya

Luapan Krueng Tadu Rendam Jalan Nasional, Polisi Atur Lalu Lintas di Nagan Raya

 

Mediasatunews.com | NAGAN RAYA — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sejak Kamis (7/5/2026) dini hari menyebabkan Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya meluap. Air meluber hingga menggenangi badan jalan nasional lintas Meulaboh–Tapaktuan, tepatnya di Desa Alue Bata.

Akibat genangan setinggi sekitar satu meter, arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, jajaran Polres Nagan Raya langsung turun ke lokasi sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Kegiatan ini dipimpin Kabag Ops Kompol Fajar Rahmat, didampingi Kapolsek Tadu Raya IPTU Cut Husen, Kasat Samapta IPTU M. Nasir, serta personel gabungan dari Polsek, Sat Lantas, dan Brimob Batalyon C Pelopor.

Petugas terlihat mengatur arus kendaraan serta membantu warga di lokasi guna mengantisipasi kemacetan dan potensi kecelakaan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Krueng Tadu mengalami peningkatan signifikan. Selain merendam badan jalan, permukaan air sungai tercatat hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 sentimeter dari daratan tepi sungai.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, melalui Kapolsek Tadu Raya IPTU Cut Husen, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.

Sejumlah desa di Kecamatan Tadu Raya yang rawan terdampak banjir antara lain Gunong Kupok, Gunong Sapek, Sarah Mantok, Alue Siron, dan Cot Mee.

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau mendung. Arus lalu lintas dari arah Meulaboh menuju Tapaktuan terlihat sepi akibat genangan yang menghambat mobilitas warga.

Polres Nagan Raya bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan debit air secara berkala serta berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Selain itu, Bhabinkamtibmas di wilayah rawan banjir juga diinstruksikan aktif berkoordinasi dengan aparatur desa dan masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Penulis: PutraEditor: Redaksi