JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku belum mengetahui penyebab lonjakan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau gagal ginjal akut di Indonesia, karena sejauh ini masih menunggu penelitian yang dilakukan oleh BPOM.
Ia mengatakan kasus meningkat tajam pada Agustus hingga Oktober. Tercatat ada 36 kasus ditemukan pada Agustus 2022. Sementara itu 78 kasus pada September dan 110 kasua pada Oktober.
Sedangkan berdasarkan data yang dipaparkan Kemenkes pada Juli hanya ditemukan 5 Kasus dan Juni hanya 3 Kasus.
“Kita lihat bahwa sebagian besar obat-obat ini sudah dipakai sebelumnya.Kita akan relay ke BPOM untuk lihat kenapa ini bisa terjadi, kenapa ini bisa keluar. Nanti kita akan bikin kesimpulan setelah analisa kuantitif keluar, karna BPOM juga melakukan,” kata Budi. (CNN Indonesia)






