Mediasatunews.com | Banda Aceh — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan praktik jual beli titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Sony, pembangunan dan pendirian dapur MBG dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Untuk pembangunan dan pendirian dapur MBG, prosesnya transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan dilakukan sesuai prosedur,” kata Sony dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas isu dan percakapan di tengah masyarakat terkait dugaan transaksi jual beli titik dapur MBG.
Sony menegaskan BGN tidak mentoleransi praktik jual beli dapur MBG dalam bentuk apa pun.
“Saya tegaskan, BGN tidak mentoleransi praktik jual beli dapur MBG,” ujarnya.
Ia mengatakan telah meminta seluruh kepala SPPG dan pihak terkait untuk menelusuri informasi mengenai dugaan praktik tersebut.
“Laporkan jika ada bukti, baik berupa percakapan WhatsApp maupun bukti lain di media sosial,” tegasnya.
Sony mengungkapkan, saat ini terdapat sejumlah kasus dugaan jual beli titik dapur MBG yang sedang ditangani aparat kepolisian, di antaranya di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.
“Di Jawa Barat terdapat 21 korban dan tersangka sudah ditetapkan,” katanya.
BGN, lanjut Sony, terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum internal.
Selain itu, ia mengaku telah menginstruksikan Kepala KPPG, Satgas MBG di kabupaten/kota, Kareg SPPI, dan Korwil SPPI agar segera melaporkan jika menemukan bukti atau informasi terkait praktik jual beli titik SPPG di lapangan.
Di akhir keterangannya, Sony mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga program MBG yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto demi mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.[]






