ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang berbasis islami guna mewujudkan peserta didik yang beraqidah dan berakhlak mulia dengan berlandaskan syariat islam dan sunnah rasul melalui penerapan kurikulum muatan lokal di Aceh Barat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Perekoniman dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat Drs. Husaini, M.Pd saat membacakan sambutan Bupati Aceh Barat dalam pembukaan kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan pada dayah Salafiyah dan Diniyah tahun 2021 yang digelar oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) di Aula DP3AKB Kabupaten Aceh Barat pada (21-10-2021).
Menurutnya, guru mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan guna membentuk dan melahirkan generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia sesuai dengan norma dan kaidah islam yang berlaku.
Ia mengatakan peningkatan mutu pendidikan tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan kurikulum muatan lokal berbasis nilai-nilai islami yang tertuang dalam pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Hal tersebut, kata Husaini, sesuai dengan qanun nomor 5 tahun 2008 yang mengatur tentang adanya mata pelajaran khusus sebagai muatan lokal yang menjadi ciri khas Aceh ucapnya.
Untuk itu, Pemerintah Aceh khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, siap menghadirkan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai islami di setiap sekolah mulai tingkat Sekolah dasar hingga menengah.
“Aceh merupakan daerah pertama di Indonesia yang mewajibkan pembelajaran terintegrasi nilai-nilai keislaman kepada para peserta didik melalui berbagai mata pelajaran,” kata Husaini.
Ia berharap dengan hadirnya kurikulum muatan lokal berbasis islam tersebut, kemampuan para peserta didik dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan generasi emas yang cerdas, beriman, dan bertaqwa.
Sementara itu, Ketua MPD Kabupaten Aceh Barat, Irsadi Aristora, M.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga pendidik, melalui penerapan kurikulum muatan lokal khususnya bagi Dayah salafiah dan Diniyah.
Ia mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas guru dayah dalam memberikan pendidikan agama kepada peserta didik demi terciptanya generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.
Selain itu, ia juga berharap adanya Perbub yang mengatur tentang kurikulum muatan lokal tersebut sebagai pedoman bagi tenaga pendidik dayah dalam membuat laporan pertanggung jawaban terkait dengan penggunaan anggaran.
“Peraturan Bupati yang mengatur muatan lokal agar dapat menjadi pedoman bagi tenaga pendidik dayah dalam melaporkan pertanggung jawaban anggaran,” ujar Irsadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua MPD Aceh Barat, Kepala Sekretariat MPD Aceh Barat, narasumber, serta para tenaga pendidik pada dayah salafiyah dan diniyah.






