Mahasiswa UTU Diterjunkan Bantu Pemulihan Pascabanjir di Aceh Barat

 

Mediasatunews.com | Aceh Barat — Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, secara resmi melepas mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang akan melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak Tahun 2026 di Kecamatan Pante Ceureumen. Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Jum’at (6/2/2026).

 

PKM Berdampak Tahun 2026 merupakan program pengabdian mahasiswa yang difokuskan pada pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya daerah terdampak banjir. Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana melalui pendekatan berbasis kebutuhan lokal.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Said Fadheil menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UTU dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan bencana di Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika menjadi bukti peran strategis kampus dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan.

 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UTU melalui PKM Berdampak ini. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kampus dalam membantu masyarakat korban bencana,” ujar Said Fadheil.

 

Mewakili Rektor UTU, Kepala LPPM UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, MP, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 8 kelompok yang dinyatakan lulus PKM Berdampak, dengan dua lokasi berada di Kabupaten Aceh Barat, yakni Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen.

 

Sebanyak 100 mahasiswa lintas fakultas diterjunkan ke Desa Lawet dan Desa Jambak untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat melalui penguatan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak.

 

PKM Berdampak tidak hanya menghadirkan solusi, tetapi juga menumbuhkan semangat meuseuraya dan gotong royong demi Aceh Barat yang lebih tangguh.

 

Setiap desa akan ditempatkan 50 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi dan lintas fakultas di lingkungan UTU, sehingga pendekatan yang dilakukan bersifat multidisipliner.

 

“Di Desa Lawet, mahasiswa akan fokus pada isu kesehatan, penguatan konsep gampong tangguh, serta penyediaan air bersih. Sementara di Desa Jambak, kegiatan lebih diarahkan pada pemulihan lahan terdampak melalui Program Meuseuraya serta pendampingan psikososial melalui edukasi ibu dan anak,” jelas Yuliatul Muslimah.

 

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah dosen pendamping PKM Berdampak, yaitu Saiful Asra, M.Soc.Sc, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc, Maulidil Fajri, M.Si, Teungku Nih Farisni, M.Kes, Safrijal, M.Kes, dan Azwar, M.PH.

 

Melalui PKM Berdampak ini, UTU berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.

 

Program ini melibatkan HIMAGRO, KHAB, HIMADISTRA, dan HIMASOS UTU, yang akan berkolaborasi dengan masyarakat di Desa Lawet dan Desa Jambak melalui penguatan kesehatan, air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak.

Penulis: PutraEditor: Redaksi