Simeulue – Untuk memutus ketergantungan beras yang di pasok dari luar Simeulue. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue membuka areal pesawahan baru sebesar 7.000 hektar.
Bupati Simeulue Erli Hasim, SH, S.A.g, M.I.Kom mengatakan. Lahan persawahan ini dibuka untuk kembali mendukung program Khumasa sebbel dan Khumaha heba, pada tahun 2020 lalu sukses meningkatkan prekonomian masyarakat petani Simeulue.
“Sebelumnya lahan pertanian kita seluas 6.500 hektar, tahun ini kita tingkatkan menjadi 7.000 hektar yang tersebar disejumlah kecamatan di Simeulue,” kata Erli Hasim, Rabu, 29/09/2021.
Disampaikan Erli Hasim, program turun ke sawah secara besar-besaran ini dilakukan selain untuk meningkatkan ekonomi petani ditengah Pandemi ini. Juga untuk memutus ketergantungan rakyat Simeulue pada beras yang dikirim dari luar Simeulue.
“Dengan program ini diharapkan 70 persen ketergantungan beras dari luar Simeulue bisa diputus. Kita berharap kedepan rakyat Simeulue akan mengkonsumsi beras lokal,” ujar Erli Hasim.
Kepala Dinas Pertanian Simeulue, Samsuar, SP, menuturkan. Pembukaan lahan pertanian secara besar-besaran ini diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat Simeulue dari sektor pertanian.
“Semakin besar lahan yang di buka, diharapkan semakin banyak hasil yang bisa didapat,” ujar Samsuar.






