Tiga Pejabat Aceh Diminta Mundur Imbas Gagalnya Investasi di UEA

Foto: Dok. acehtourism.travel

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui juru bicaranya Muhammad MTA telah menyampaikan bahwa penandatanganan MoU investasi di Pulau Banyak, Aceh Singkil dengan Murban Energy dari UEA ditunda untuk sementara waktu.

Salah seorang pengamat politik Aceh, Usman Lamreung mengatakan, pembatalan MoU investasi ini merupakan kabar buruk bagi rakyat Aceh. Kegagalan ini semakin membuat publik tidak percaya terhadap Pemerintahan Nova Iriansyah.

Dikatakan Usman, seharusnya Pemerintah Aceh dibawah komando Ir Nova Iriansyah tidak perlu heboh dan berjanji bombastis jika perjanjian investasi ini belum diteken.

“Gubernur dan bawahannya dari awal sudah heboh terkait rencana investasi ini, sekarang kita lihat sendiri, mereka jauh-jauh terbang ke dubai namun hasilnya nihil, ini kan seperti pepesan kosong belaka,” kata Usman Lamreung melalui keterangan tertulisnya kepada mediasatunews.com, Senin, 8 November 2021.

Lebih lanjut Usman mengatakan, yang paling kecewa dari pembatalan investasi sudah tentu masyarakat Pulau Banyak Aceh Singkil. Mereka diyakini Usman, sudah pasti sangat berharap akan kehadiran investasi ini untuk mengangkat perekonomian daerah mereka.

Ditambahkan Usman, yang tinggal sekarang hanya kekecewaan dan harapan sia-sia untuk melihat daerah mereka berkembang seperti destinasi pariwisata lainnya di Indonesia.

“Masyarakat disana harus menelan kekecewaan dan mengubur dalam-dalam impiannya,” tambahnya.

“Kegagalan investasi UEA di Pulau Banyak ini semua tidak lepas karena tidak cakapnya rezim Nova Iriansyah dalam meyakinkan pihak investor untuk berinvestasi di Aceh. Bolak-balik ke Pulau Banyak, Jakarta, dan Dubai, tapi pulang tanpa membawa hasil, yang ada habis uang rakyat untuk membiayai perjalanan dinas mereka,” kecam Usman.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat Aceh atas kegagalan mereka membawa pulang investor, Usman meminta para pembantu Nova Iriansyah yang selama ini terlibat dalam misi investasi di Pulau Banyak untuk segera mengundurkan diri.

“Tiga pejabat yang kita ketahui selama ini yang bergerak dalam misi investasi pariwisata di Dubai yaitu, Kadis DPMPTSP Martunis, Kadis Pariwisata Aceh Jamaluddin, kemudian Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Ekonomi Iskandar Jamal, ketiganya saya kira harus segera mundur secara gentlemen dari posisinya saat ini” tegasnya.

“Kita melihat mereka hanya pelesiran kesana dengan menggunakan uang rakyat Aceh, namun hasil yang dibawa ke Aceh nihil,” tandasnya.

Kegagalan demi kegagalan ini dinilai Usman sebagai bentuk ketidakcakapan individu yang ditunjuk Pemerintah Aceh. Mereka terus gagal dalam menggalang investor dari luar negeri, seperti dari India, Belanda, China dan yang teranyar dari UEA.

“Saya melihat mereka selalu gagal, baik yang sudah MoU maupun sedang berproses, yang ada hanya menghabiskan APBA saja tapi hasil nol besar,” pungkasnya. (SA)