ACEH BARAT – Ribuan pelangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh, di kecamatan kaway 16 kabupaten aceh barat. Keluhkan matinya penyulaian air ke rumah warga sejak lima hari terakhir oleh peruhaan milik pemerintah daerah tersebut. Sehingga kebutuhan air bersih untuk mandi dan lainya tidak terpenuhi.
Putri salah satu warga Keude Aron mengatakan akibat tidak lancarnya pasokan air dari perusahaan tersebut, membuat dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon untuk keperluan mandi.
“Benar pak, Sudah lima hari ini air PDAM mati, saya harus beli air sehari sampai lima galon untuk mandi, mencuci pakaian serta kebutuhan lainya, dengan biaya satu hari Rp 25 ribu pak,” kata Putri kepada Mediasatunews.com. Senin (1/5/23).
Warga terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air galon, namun air tersebut harus digunakan sehemat mungkin, karena banyak keperluan air bersih.
Menurutnya selama ini tidak pernah nunggak atau telat untuk membayar air PDAM, tapi penyuplaian airnya sering mati dan macet.
“Di tahun ini sudah beberapa kali mati airnya, bahkan waktu bulan puasa kemaren sampai satu minggu tidak ada penyuplaian air,” Ujarnya
dirinya mengaku, bersama warga lainya sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak PDAM Beuregang wilayah Kaway 16. Namun belum diketahui penyebab pasti macetnya penyuplaian air tersebut.
“Kami sudah laporkan pak, tapi pihak PDAM bilang tolong bersabar karena sedang ada kendala, Cuma itu aja penjelasannya. Hingga sekarang belum juga hidup airnya,” Ungkapnya
Putri berharap pihak PDAM agar bertanggung jawab terhadap pelanggan dengan segera memperlancar penyuplaian air kepada pelanggan, dan apabila ada masalah pada pasokan air untuk menyampaikan kepada pelanggan baik melalui media maupun dengan cara lainnya. []






