KFC Indonesia Tanggapi Serius Isu Bakteri di KFC Lhokseumawe

KFC Indonesia Tanggapi Serius Isu Bakteri di KFC Lhokseumawe
Manager Komunikasi Marketing KFC Indonesia Fikri Rahmat. (Foto: Dok. Ist)

LHOKSEUMAWE – KFC Indonesia telah menanggapi serius terkait isu temuan bakteri di KFC Lhokseumawe.

Manager Komunikasi Marketing KFC Indonesia Fikri Rahmat menyebutkan KFC akan mengkaji secara serius dan lebih objektif atas temuan ini. Apalagi menurutnya, KFC selalu berkomintmen dan tetap menjaga SOP.

“Misalnya kebersihan, kenyamanan area makan, fasilitas yang ada di gerai, termasuk pemeriksaan area bermain anak yang ada di beberapa gerai KFC,” sebutnya kepada wartawan, Rabu, 19 Mei 2022.

“Tentu banyak hal yang diperhatikan, terutama dari Higienitas, cara memasak, cara penyajian, hingga cara menjaga kondisi gerai tetap nyaman, hal ini dilakukan diseluruh gerai KFC di Indonesia termasuk di Kota Lhokseumawe,” pungkasnya.

Fikri juga mengaku belum ada dampak apa-apa kepada KFC Lhokseumawe, KFC kata dia, telah beroperasi lebih dari 40 tahun, KFC memiliki hampir 728 gerai di seluruh Indonesia.

“Saat ini saya tidak bisa memberikan statement apapun karena hal ini masih dipelajari. Saat ini yang paling penting adalah KFC selalu dan berkomitmen tetap menjaga SOP. Kami akan berikan produk yang berkualitas yang aman dan nyaman kepada masyarakat,”tutupnya.

Sebelumnya menyebar isu setelah beredarnya surat uji laboratorium bertanggal 10 Mei 2022 dari Dinas Kelautan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe dengan nomor surat 524/460 tentang hasil pengujian sampel daging ayam KFC Lhokseumawe.

Di mana dalam surat yang ditandatangani oleh Kadis DKPPP Lhokseumawe Mehrabsyah,  surat itu tertulis, dalam sampel daging ayam usaha restaurant cepat saji KFC Lhokseumawe ditemukan beberapa bakteri seperti e.coli,sp, salmonella,sp, dan staphylococcus, sp.

Bakteri ini disebutkan akan menyebabkan beberapa penyakit seperti, sakit kepala, mual, muntah, diare dan typus. Atas temuan ini, tim ahli kesehatan mengambil kesimpulan daging ayam yang tercemar bakteri tersebut tidak layak dikonsumsi.

(zfd/lsm)