Bupati Akmal Ibrahim Minta Nakes Gunakan Bahasa Merakyat Saat Sosialisasi Vaksin

Bupati Akmal Ibrahim Minta Nakes Gunakan Bahasa Merakyat Saat Sosialisasi Vaksin
Bupati Aceh Barat Daya H Akmal Ibrahim. Foto: Erda Isa

Abdya – Pasca ratusan dan nelayan bubarkan kegiatan vaksinasi di komplek Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh Abdya, Selasa, (28/9/2021), aktivitas jual beli ikan kini kembali normal kembali.

Amatan wartawan mediasatu.id, Rabu (29/9/2021) bekas aksi kerusuhan pembubaran kegiatan vaksinasi masih berserakan, seperti kursi, meja, masker dan dokumen lainnya serta peralatan vaksin yang rusak masih terlihat di lokasi.

Kegiatan vaksinasi pun telah dipindahkan oleh petugas terkait ke lokasi lainnya dari tempat semula yang telah di rusak oleh massa.

Sampah Sisa Aksi Rusuh Massa Menolak Vaksinasi Masih Berserakan di PPI Ujung Serangga. Foto: Erda Isa

Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim usai rapat pada forum silaturrahmi Kamtibmas Rabu (29/9/2021) siang tadi mengatakan, kedepan Forkompimkab akan gencar melakukan sosialisasi dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh di daerah tersebut.

Bupati Akmal juga meminta kepada Tenaga Kesehatan yang bertugas agar dapat mengganti bahasa media dengan bahasa sehari-hari agar dapat dimengerti oleh masyarakat umum.

“Mereka belum dapat pemahaman yang benar, padahal MUI kita sudah menjelaskan bahwa vaksin ini halal, kita sudah sepakat ini akan kita gencarkan sosialisasi seperti yang disampaikan Dandim dan Pak Kapolres,” Kata Bupati Akmal Ibrahim.

“Tadi saya juga sudah sampaikan kepada Dokter, sampaikanlah soal vaksin ini dengan bahasa rakyat, bahasa kaki lima. Para Dokter nanti bisa duduk lagi bagaimana menggantikan istilah-istilah seperti komorbid (penyakit bawaan). Mungkin bisa digunakan bahasa seperti ini dalam bahasa aceh (penyaket awai). Jadi bahasa-bahasa istilah itu diganti dengan bahasa yang lebih merakyat,” paparnya.

Suasana PPI Ujung Serangga Kembali Normal Pasca Kerusuhan Pengusiran Petugas Vaksinator, Rabu (29/9/2021). Foto: Erda Isa

Masyarakat Takut Divaksin

Sementara itu MPU Aceh Barat Daya menilah masyarakat setempat masih ada rasa ketakutan untuk divaksin. Hal ini dipandang karena adanya beberapa kejadian ikutan pasca vaksinasi.

MPU Abdya sendiri tetap mengikuti keputusan MPU Aceh yang menyatakan Aceh belum kategori mudharat dan vaksin yang direkomendasikan adalah vaksin Sinovac.

Menurut Wakil Ketua I MPU Abdya Tgk Raimi Sulaiman, vaksin adalah salah satu ikhtiar dalam memutus mata rantai covid-19.

“Kami memandang, hanya mengikuti arahan dari bagaimana keputusan MPU Aceh. Kalau dalam penanganan ini kan ada yang masih rasa ketakutan. Karna beberapa kejadian yang setelah divaksin, ada yang lumpuh, ada yang sakit dan sebagainya. Ini maklumlah, mungkin karena dari tim pemeriksaan itu tidak teliti dia memeriksa ada kendala penyakit atau tidak, maka itulah penyebabnya,” kata Tgk Raimi Sulaiman.