JANTHO – Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali mengambil sumpah dan melantik 236 Keuchik dalam wilayah Aceh Besar di Gedung Utama JSC, Kota Jantho, Kamis, 25 November 2021.
236 Keuchik yang dilantik ini merupakan para pemenang dalam pemilihan keuchik langsung serentak pada 4 Oktober 2021 lalu.
Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam sambutannya setelah melakukan pelantikan kepada ratusan Keuchik mengatakan, pelantikan ini merupakan yang terakhir bagi dirinya karena ini sudah masuk dalam akhir masa jabatannya.
“Ini pelantikan keuchik terakhir yang saya lakukan dalam masa jabatan saya,” ujar Mawardi Ali di Kota Jantho, (25/11).
Dalam kesempatan itu Bupati Aceh Besar ini juga meminta para Keuchik untuk tidak menelantarkan anak yatim di gampong mereka masing-masing.
“Jangan telantarkan anak yatim, jangan ada aneuk yatim yang menangis kelaparan saat anda memimpin,” kata Mawardi Ali memberikan amanahnya.
Bupati Mawardi yang digadang akan maju sebagai calon Gubernur Aceh pada 2024 ini mengharapkan para keuchik dapat menjadi pelopor dalam penegakan protokol Kesehatan. Mereka ia minta untuk dapat membantu kinerja para Camat dan TNI-Polri dalam mensosialisasikan vaksin kepada masyarakat.
“Keuchik bukanlah Raja di Desa, untuk itu keuchik harus bersinergi membangun gampong,” pungkas Mawardi Ali.
Keuchik termuda, tertua dan srikandi
Diantara 236 Keuchik yang dilantik, terdapat seorang keuchik yang masih berusia muda, ia dilantik sebagai Keuchik Gampong Pinto Khop pada usia 26 tahun. Sementara itu, untuk Keuchik usia tertua berasal dari Gampong Lamteng, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.
Dari Srikandi Aceh Besar juga tidak ketinggalan mengirim wakilnya yang dilantik menjadi keuchik oleh Bupati Mawardi Ali, mereka masing-masing Keuchik Panca Kubu dan Keuchik Gampong Cot Hoho.
Hadir dalam pelantikan ini Sekda Aceh Besar Drs Sulaimi, M.Si, Dandim 0101/BS Kol Inf. Abdul Razak Rangkuti, S.Sos, kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan S.IK., MH, Kajari Aceh Besar Rajendra D Wiratanaya SH dan perwakilan Ketua DPRK Aceh Besar. (sa)






