ACEH UTARA – Banjir di Kabupaten Aceh Utara menelan korban jiwa seorang anak usia 11 tahun asal Desa Meunasah Meuria, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Korban meninggal akibat terseret arus banjir sekitar pukul 15.40 WIB, Ahad, 2 Januari 2022.
Kronologis kejadian berawal saat korban mandi dan bermain bersama temannya di lokasi banjir tepatnya di simpang meunasah Meuria menuju Desa Tumpok Barat. Korban TM Andika tenggelam sekitar pukul 11.00 WIB dan baru ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB. Pencairan jasad korban dibantu personil dari Polsek Matangkuli, Koramil Matangkuli dan warga setempat.
Keuchik Desa Meuria Bukhari mengatakan, jasad korban ditemukan tersangkut di alur dan hanya berjarak 300 meter dari lokasi dia tenggelam.
“Sebenarnya banyak warga di lokasi, namun kawan-kawannya lebih memilih melaporkan kejadian ini kepada keluarga korban, sehingga sudah telat ditolong,” ujar Bukhari kepada mediasatunews.com, Ahad, (2/1/22).
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Matangkuli, namun naas jiwanya tidak dapat tertolong. Disebutkan Bukhari, Jenazah korban akan dikebumikan di Desa setempat.
“Dikebumikan di belakang Meunasah, karena disitu lokasinya tinggi tidak terjangkau banjir,” pungkas Bukhari.
Seperti diketahui, saat ini sebagian besar Kabupaten Aceh Utara terutama di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timur dan Langkahan, Cot Girek dan Lhoksukon sedang diterjang banjir hebat akibat banjir kiriman dari kawasan Bener Meriah.






