Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pelaksanaan Banda Aceh Experience City Expo 2026 di Lapangan Blang Padang menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Sejumlah pengunjung menilai kegiatan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi awal, terutama terkait konsep acara yang dinilai lebih didominasi hiburan musik.
Sejak dibuka pada Senin (20/4/2026) malam, event yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh ini memang menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran UMKM, zona interaktif, hingga panggung hiburan.
Namun, beberapa pengunjung mengaku lebih banyak menyaksikan konser musik dibandingkan aktivitas lain yang sebelumnya diharapkan dapat lebih menonjolkan konsep “experience city”.
“Saya kira lebih banyak ke pameran budaya dan interaksi, tapi ternyata panggung musiknya cukup dominan,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.
Meski demikian, tidak sedikit pula masyarakat yang justru menikmati suasana tersebut. Panggung hiburan dinilai mampu menarik keramaian dan menghidupkan suasana malam di pusat kota.
Di sisi lain, pelaku UMKM yang ikut serta dalam expo berharap kehadiran pengunjung yang ramai, meskipun didorong oleh konser musik, tetap memberikan dampak positif terhadap penjualan.
“Kami berharap tetap ada manfaatnya, karena yang penting orang datang dan melihat produk kami,” kata salah satu pelaku usaha.
Seperti diketahui, Banda Aceh Experience City Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) I APEKSI serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-821 Kota Banda Aceh.
Pemerintah Kota Banda Aceh sebelumnya menyebut kegiatan ini dirancang dengan konsep experience city, yang menggabungkan unsur ekonomi, budaya, interaksi, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan.
Hingga kini, kegiatan expo masih berlangsung dan diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi masyarakat serta pelaku usaha untuk berpartisipasi dan merasakan manfaatnya. []






