Rabithah Thaliban Aceh: Menag Yaqut Harus Segera Minta Maaf Pada Umat Islam

Rabithah Thaliban Aceh: Menag Yaqut Harus Segera Minta Maaf Pada Umat Islam
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/ BBC

BANDA ACEH – Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (RTA) meminta kepada Menteri Agama Republik Indonesia Yakut Kholil Qaumas agar segera meminta maaf kepada umat Islam.

Pasalnya, Yakut dianggap telah menyakiti umat Islam di Indonesia dengan statemennya yang membandingkan antara suara adzan dengan gongongan anjing.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Rais ‘Am) RTA Tgk Marbawi Yusuf, SH melalui siaran pers kepada sejumlah media di Banda Aceh, Seninn, 7/3/2022.

“Saatnya ini umat Islam di sejumlah Provinsi di Indonesia seperti Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat itu sampai mengharamkan Yakut menginjakkan kakinya disana. Begitu juga di berbagai daerah menyebabkan terjadinya demonstrasi memprotes statemen Yakut itu. Apapun pembelaannya, seharusnya Pak Yakut harus sadar bahwa memang statemennya itu melakui umat Islam, “ ujar Tgk Marbawi.

Menurut guru di Dayah Mahyal Ulum Sibreh ini, Menag Yakut seharusnbya segera meminta maaf. Karena Islam itu sangat memuliakan orang-orang yang mengakuim kesalahan dan mau meminta maaf. Bukan justru membenarkan apa yang sudah jelas salah.

Tgk Marbawi mengatakan, sekiranya non muslim yang sampaikan dengan Bahasa yang disampaikan Yakut, yakni tentang ketidaksukaan mereka kepada suara adzan di daerah minoritas muslim, tentu hal itu bisa dipahami.

“Tapi umat Islam ini memahami bahwa Pak Yakut ini muslim dan ketika dia berbicara mewakili pandangan imajiner non muslim tentang suara adzan maka orang-orang akan melihat itu sebagai pandangan dia sendiri. Bukan pandangan non muslim, “ kata Tgk Marbawi.

Faktanya, tambah Tgk Marbawi, selama ini non muslim sekalipun belum pernah ada yang membandingkan suara adzan dengan suara anjing. Kecuali baru sekarang terdengar dari lisan Pak Yakut ini, kata Tgk Marbawi menambahkan.

Jadi, tambahnya lagi, sulit untuk menjelaskan bahwa ucapan yang membandingkan suara adzan dengan gonnggongan anjing itu bukan dari dia Yakut. Sebab, tegas Tgk Mabwi, statemen itu dia sendiri yang sampaikan dan bahwa sebelumnya belum pernah kita dengar disampaikan non muslim dengan pembandingan keji seperti itu.

“Jadi Pak Yakut harus berbesar hari mengakui kesalahan dan segera meminta maaf. Agar persoalan ini cepat selesai dan tidak semakin membuat gaduh di masyarakat, “ harap Tgk Marbawi.