Pengamat: Kunjungan Gubernur Aceh dan Pimpinan DPRA ke Amerika Program Tamasya

Pengamat: Kunjungan Gubernur Aceh dan Pimpinan DPRA ke Amerika Program Tamasya
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Usman Lamreung. (Foto: Dok. Ist)

BANDA ACEH – Pengamat kebijakan publik Aceh, Usman Lamreung, melihat biaya perjalanan dinas rombongan Gubernur Aceh dan pimpinan DPRA ke Amerika Serikat senilai Rp 400 juta pada 16 – 22 Mei 2022 sebagai pemborosan anggaran.

“Kalau untuk MoU dengan Perguruan Tinggi disana kenapa harus sampai 13 orang, ini namanya pemborosan,” kata Usman, Jumat, 13 Mei 2022.

Padahal, kata Usman, masa jabatan Gubernur Aceh hanya tersisa kurang dari dua bulan dan akan segera purna tugas dari pucuk kekuasaan di Aceh. Seharusnya dana sebanyak itu dapat dialihkan untuk membenahi pendidikan di Aceh yang hingga saat ini masih carut marut.

“Kami menduga mereka (Gubernur Aceh dan Pimpinan DPRA) hanya berniat untuk bertamasya saja dengan dana APBA dan ini sangat merugikan rakyat Aceh,” tandas Usman.

Kemudian tambahnya, keikutsertaan legislatif dalam hal ini pimpinan DPRA menjadi aneh karena fungsi dewan adalah kebijakan, anggaran dan pengawasan. Jadi, lanjutnya, ini sudah melenceng dari fungsi dan tugas dewan yang mewakili rakyat Aceh.

“Jadi patut diduga pimpinan DPRA hanya jalan-jalan saja,” tambah dia lagi.

Kalau kita melihat tupoksi, kata Usman, ini merupakan ranahnya eksekutif dalam hal ini BPSDM Aceh dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan legislatif.

“Tapi sekali lagi, ini tidak ada urgensi sama sekali ke Amerika. Ironis sekali, pejabat kita tidak punya sense of crisis sama sekali,” tutup Usman.

(sa/bna)