Mahasiswa Sosiologi UTU Gelar Aksi Kutip Sampah di Pantai Meulaboh

Mediasatunews.com | Meulaboh – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Ratusan mahasiswa Program Studi Ilmu Sosiologi Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar aksi sosial bertajuk “Beach Clean Up” di kawasan Pantai Batu Putih dan Tugu Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Minggu (2/11/25).

 

Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi pungut sampah biasa, namun juga merupakan bagian dari rangkaian acara besar Communication, Motivation, and Exploration of Sociology (Comvexso II) — sebuah program tahunan yang digagas oleh mahasiswa Sosiologi UTU untuk meningkatkan kepedulian sosial, solidaritas, serta tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.

 

Ketua Program Studi Ilmu Sosiologi UTU, Akmal Saputra, menyampaikan bahwa aksi bersih pantai ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori sosial, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya dalam tindakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Mahasiswa perlu menjadi agen perubahan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kita sebagai akademisi,” ujar Akmal.

 

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia kampus, komunitas, dan masyarakat luas. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, diharapkan muncul sinergi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pesisir Aceh Barat.

 

Aksi bersih pantai ini turut menggandeng Gerakan Peduli Lingkungan (GPL), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ITU, serta sejumlah siswa SMA di Aceh Barat. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa isu lingkungan harus ditangani bersama, dimulai dari langkah kecil namun konsisten seperti menjaga kebersihan pantai.

 

Salah satu mahasiswi Sosiologi, Rozatul Annisa, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan ini bukan hanya tentang mengumpulkan sampah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

 

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pantai bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ruang hidup yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

 

Selain membersihkan area pantai dari berbagai jenis sampah plastik dan limbah rumah tangga, para peserta juga melakukan edukasi lingkungan kepada pengunjung pantai.

 

Aksi ditutup dengan sesi refleksi bersama seluruh peserta. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak untuk menyampaikan pandangan mereka tentang hubungan antara perilaku sosial masyarakat dan masalah lingkungan yang terjadi di daerah pesisir.

 

Dengan semangat kolaboratif dan edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keindahan pantai Meulaboh sebagai aset alam dan wisata Aceh Barat.

Penulis: Orian SaputraEditor: Redaksi