Lima Tersangka Kasus Monumen Samudera Pasai Dititipkan Ke LP

Kejaksaan Negeri Aceh Utara menyerahkan lima orang tersangka dan barang bukti tindak pidana korupsi proyek pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 15 Februari 2023. (Foto: Dok. Kejari Aceh Utara)

ACEH UTARA – Kejaksaan Negeri Aceh Utara menyerahkan lima orang tersangka dan barang bukti tindak pidana korupsi proyek pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 15 Februari 2023.

Kelima tersangka masing-masing N selaku PPK pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai. Kemudian FB mantan Kadis Perhubungan Aceh Utara.

Penyidik juga menyerahkan tersangka P selaku konsultan pengawas pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai. Selanjutnya Tersangka TM dan RF selaku pelaksana pada kegiatan tersebut.

“Para Tersangka dalam melaksanakan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan negeri Aceh Utara masing-masing didampingi oleh Penasihat Hukumnya,” kata Arif Kadarman, S.H. Kasi Intel Kejari Aceh Utara, melalui keterangan tertulis yang diterima mediasatunews.com, Kamis, 16 Februari 2023.

Ke-lima orang Tersangka tersebut didakwa telah melanggar Pasal Primair : Pasal 2 Jo. Pasal 18 Ayat (1) Huruf (a) dan Huruf (b) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, Subsidair : Pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1) Huruf (a) dan Huruf (b) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana

Akibat perbuatan yang ditimbulkan oleh para tersangka tersebut negara dirugikan sebesar Rp.44.776.229.174 (empat puluh empat milyar tujuh ratus tujuh puluh enam juta dua ratus dua puluh sembilan ribu seratus tujuh puluh empat rupiah).

“Setelah melakukan Tahap II tersebut para Tersangka selanjutnya Kembali dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lhoksukon untuk menjalani masa Penahanan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan negeri Aceh Utara selam 20 (dua puluh) hari sampai masa Pelimpahan Berkas Perkara Tindak Pidana dimaksud ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” tutupnya.

Penulis: RamadhanEditor: saiful anwar