Bupati Aceh Besar: Vaksin Adalah Solusi Keluar Dari Wabah Pandemi Covid-19

Bupati Aceh Besar: Vaksin Adalah Solusi Keluar Dari Wabah Pandemi Covid-19
Foto : Tangkapan Layar Video dari Media Center Aceh Besar

Aceh Besar – Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Aceh per 12 Agustus terkait cakupan vaksinasi Covid-19 dosis 123 di Aceh bagi tenaga kesehatan, petugas publik, masyarakat rentan, umum, dan remaja.

Bersama Aceh Utara, Aceh Besar menjadi Kabupaten dengan capaian vaksinasi terendah yakni sebesar 10,3 Persen.

Padahal Pemerintah Aceh Besar terus melakukan himbauan dan seruan agar seluruh lapisan masyarakat Aceh Besar mengikuti program vaksinasi.

Meski demikian, ada juga warga Aceh Besar yang memilih melakukan vaksinasi ke Kota Banda Aceh karena tempat domisilinya berdekatan dengan Ibu Kota Provinsi tersebut. Namun belum ada laporan data resmi jumlah penduduk Aceh Besar yang melakukan vaksin ke Kota Banda Aceh.

Bupati Aceh Besar dalam sebuah video beredar yang dirilis media center Aceh Besar mengatakan, vaksin merupakan kebutuhan dan bukan paksaan. Pemerintah memang tidak mempunyai hak memaksa penduduk untuk divaksin.

Akan tetapi perlu diketahui, vaksin merupakan solusi jitu untuk keluar dari pandemic covid-19. Karena kata Mawardi Ali dalam video tersebut, tidak ada jalan lain selain divaksin, semakin banyak warga yang divaksin maka pandemi akan semakin melandai.

“Vaksin merupakan kebutuhan bukan paksaan, kita memang tidak berhak memaksa orang untuk divaksin, akan tetapi vaksin adalah solusi untuk keluar dari pandemi covid-19. Semakin banyak warga yang divaksin maka akan pandemi akan semakin berkurang dan daya tahan tubuh masyarakat akan lebih baik”urai Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali dalam video yang beredar di medsos.

Lebih lanjut Mawardi Ali menyebutkan, banyak hoaks terkait vaksin melalui video dan berita yang beredar di media sosial tentu akan menjadi kendala bagi Pemerintah dalam meyakinkan warga untuk menyuntik vaksin.

Kata Bupati Aceh Besar, perbedaan nyata adalah saat orang yang sudah divaksin terpapar covid-19 maka gejalanya tidak akan separah orang yang belum melakukan vaksin.

“Banyak hoaks, video video dan berita-berita yang disebarkan di media sosial ini juga merupakan kendala. Tapi ketahuilah bahwa banyak orang yang positif, antara orang yang divaksin dengan orang yang tidak divaksin, ternyata orang yang telah divaksin dia tidak berakibat parah. Tapi kalau tidak divaksin begitu positif dia akan parah,”papar Mawardi Ali menjelaskan panjang lebar dalam video tersebut.