ACEH UTARA – Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H di Aceh Utara berlangsung sederhana, hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan pemerintah dalam kondisi pandemi.
Kegiatan Maulid di Aceh Utara berpusat di tiga Masjid meliputi, Masjid Raya Bujang Salim Krueng Geukueh, Masjid Raya Pase Pantonlabu dan Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrahim Lhoksukon turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf bersama kepala SKPK, para camat dan sejumlah pejabat lainnya.
Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Tgk H Jamaluddin Ismail mengatakan perayaan maulid sebelumnya direncanakan akan dihadiri oleh ribuan masyarakat, dengan menempati halaman masjid hingga sebagian jalan raya.
“Akan tetapi arahan pemerintah terhadap kondisi dan situasi saat ini yang masih terhalang oleh pandemi. Perayaan maulid berlangsung secara sederhana, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Tgk Jamaluddin.
Hal senada juga diutarakan oleh Tgk H Misran Fuadi. Dalam tausiyahnya, ia turut mendoakan agar wabah Covid-19 segera dilenyapkan oleh Allah SWT dari muka bumi.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Arab Saudi telah mencabut aturan menjaga jarak saat shalat berjamaah di Masjidil Haram. Artinya, para jamaah sudah bisa kembali merapatkan shaf saat melaksanakan shalat berjamaah di sana.
“Mudah-mudahan melalui subuh berjamaah, maka Allah SWT akan lebih cepat melenyapkan wabah corona,” kata Tgk Misran yang juga merupakan Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe.
Di hari yang sama, perayaan maulid juga berlangsung di Masjid Raya Pase Pantonlabu. Kegiatan diawali dengan shalat subuh berjamaah, turut dihadiri oleh Asisten I Sekdakab, Dayan Albar dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Abdullah Hasbullah S.Ag.
Sementara itu perayaan maulid di Masjid Raya Bujang Salim Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara telah berlangsung kemarin, Senin 18 Oktober 2021. Maulid Nabi dihadiri oleh Bupati H Muhammad Thaib, dan tausiyah agama disampaikan Tgk H Muhammad Sufi dari Dayah Paloh Gadeng Krueng Geukuh.
Cek Mad sapaan akrab Bupati Aceh Utara menyebutkan, perayaan maulid tahun ini dilaksanakan secara sederhana mengingat daerah masih dalam suasana pandemi. Meskipun status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Aceh Utara telah menurun, bukan berarti wabah pandemi telah berakhir.
“Semua kita wajib menjaga protokol kesehatan hingga wabah corona benar-benar tuntas, sesuai dengan anjuran pemerintah,” tuntasnya. []






