MQK II Tingkat Provinsi Resmi Dimulai

MQK II Tingkat Provinsi Resmi Dimulai
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, M Jafar didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri dan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar, mengukuhkan dewan hakim Musbaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II 2021. Rabu (13/10/2021) malam. Foto: Nurmala

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, M Jafar membuka secara resmi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II 2021 di Asrama Haji, Kota Banda Aceh, Rabu (13/10/2021) malam.

Kegiatan ini digagas oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan diikuti oleh 20 kabupaten/kota se-Aceh. MQK-II akan berlangsung hingga hari Sabtu (16/10/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri S.Ag MH mengatakan, MQK merupakan ajang bagi para santri untuk berekpresi dan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler bagi santri.

Meskipun acara tahun ini tidak semeriah seperti MQK tahun sebelumnya karena masih pandemi, Zahrol meyakini para peserta tetap akan bersemangat mengikuti lomba baca kitab kuning ini.

“Kami berharap semua peserta dan siapapun yang terlibat untuk dapat menerapkan protokol kesehatan covid-19,” harap Zahrol.

MQK II yang berlangsung di Asrama Haji Kota Banda Aceh memperlombakan 10 cabang, masing-masing untuk tingkat wustha 4 cabang (fiqh, Tarikh, tafsir dan hadist), tingkat ula 2 cabang (akhlak dan tauhid), dan tingkat ulya 4 cabang (nahwu, ushul fiqh, ilmu tafsir dan balaghah). Total santri yang menjadi peserta 380 orang, pendamping santri 80 orang dan 80 orang sebagai official.

Piala dan uang pembinaan
Kadis Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH menyebutkan, panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan dan piala. Juara I mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 20 juta, juara II Rp 15 juta, dan juara III Rp 15 juta.

“Untuk juara harapan I Rp 10 juta, juara harapan II Rp 8 juta dan juara harapan III Rp 6 juta,” ujar Zahrol.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, M Jafar dalam sambutannya mewakili Gubernur Aceh mengatakan, Pemerintah Aceh mengucapkan apresiasi kepada panitia pelaksana serta kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan MQK II.

M Jafar menyampaikan, Gubernur Aceh meminta kepada seluruh partisipan untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Tradisi Membaca
Mewakili Pemerintah Aceh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, M Jafar meyakini perlombaan ini akan menjadi sarana menjaga kemurnian warisan ulama dan para guru melalui tradisi membaca, menelaah dan mengkaji kitab kuning.

“MQK II adalah upaya menjaga tradisi, dan ini menjadi misi dan tujuan penting Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh,” tandasnya.

MQK II diharapkan menjadi sarana keilmuan dalam rangka mengasah kemampuan membaca kitab kuning.

“Kami berharap MQK-II menjadi kegiatan yang berdampak positif kepada santri, agar dapat mempersiapkan diri menjadi ulama dan ahli ilmu agama,” tuntasnya.

Tiga Kabupaten Absen di MQK II
Sementara itu, tiga Kabupaten absen mengikuti perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-II se- Aceh. Ketiga Kabupaten yang absen mengirimkan kafilah diantaranya, Pidie Jaya, Simeulue dan Gayo Lues.

M Jafar berharap kedepan seluruh Kabupaten/Kota dapat mengirimkan kafilahnya dalam perlombaan membaca kitab kuning yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Kita berharap semua Kabupaten/Kota dapat mengirimkan wakilnya, namun sangat disayangkan tahun ini ada tiga yang tidak mengirimkan wakilnya di MQK II, yakni Simeulue, Pidie Jaya dan Gayo Lues,” kata M Jafar didampingi Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri.