BANDA ACEH – Ketua DPRA Saiful Bahri akan segera memenuhi undangan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar di Meuligoe Wali Nanggroe untuk membahas lebih lanjut soal pelanggaran HAM di Aceh pada masa lalu saat konflik masih terjadi.
Pimpinan DPRA yang kerap disapa Pon Yahya ini membeberkan dirinya bersama Wali Nanggroe sudah membicarakan soal pelanggaran HAM di Aceh saat masa konflik dengan Menkopolhukam Mahfud MD pada 19 Januari 2023 pasca diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dalam pertemuan dengan Wali Nanggroe, rencananya Ketua DPRA akan mendata nama-nama pelanggarana HAM yang nantinya akan dibicarakan dan diserahkan dalam pertemuan berikutnya dengan Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta pusat.
“Kita akan gelar pertemuan lanjutan dengan Menkopolhukam untuk menyerahkan nama-nama korban pelanggaran HAM hari ini di Kantor Kemenkopolhukam RI di Jakpus,” ucap Saiful Bahri, Ketua DPRA dari Partai Aceh.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui sejumlah pelanggaran HAM berat masa lalu yang pernah terjadi di Indonesia. Tiga di antaranya terjadi di Aceh.
Berdasarkan daftar pelanggaran HAM masa lalu yang diakui Jokowi, ada tiga peristiwa terjadi di Aceh. Peristiwa itu terjadi di tiga wilayah yakni Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Selatan.
Ketiga pelanggaran HAM berat itu adalah pertama peristiwa Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis di Aceh pada tahun 1998. Lokasi Rumoh Geudong adalah di desa Bili, Kemukiman Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie.
Kedua Peristiwa Simpang KAA di Aceh pada tahun 1999. Simpang KKA adalah sebuah persimpangan jalan dekat pabrik PT Kertas Kraft Aceh di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Peristiwa ketiga yakni tragedi Jambo Keupok Aceh pada tahun 2003. Peristiwa ini terjadi di Desa Jambo Keupok, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan.
“Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai kepala negara Republik Indonesia, mengakui pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa. Dan saya sangat menyesalkan terjadinya pelanggaran HAM yang berat,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Rabu (11/1/2023 lalu.
Jokowi juga bersimpati kepada korban dan keluarga korban.
“Saya menaruh simpati dan empati yang mendalam kepada korban dan keluarga korban,” papar Jokowi.






