Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Pertanian Pascabencana

Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Pertanian Pascabencana

Mediasatunews.com | Aceh Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meninjau langsung pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah di Desa Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Senin (6/7/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi agar aktivitas petani segera kembali normal.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Aceh didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Roby Irza, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin, Tim Khusus Gubernur Faisal Rizal, Kepala Balai Besar Rehabilitasi dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh Firdaus, serta sejumlah pejabat dan staf terkait.

Rombongan disambut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Erwin Atlizar bersama unsur muspika, perwakilan Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan perwakilan Kelompok Tani Ie Seuneulhop.

Pada kesempatan itu, Azanuddin Kurnia melaporkan rehabilitasi sawah rusak ringan seluas 6.304 hektare telah mencapai progres fisik sekitar 40 persen, sedangkan rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare telah mencapai 78 persen. Secara keseluruhan, pemulihan sawah rusak ringan dan sedang yang telah dan sedang ditangani melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota mencapai 40.988 hektare.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar, menyampaikan di lokasi peninjauan sedang dilakukan pengolahan lahan seluas sekitar 30 hektare yang ditargetkan segera memasuki masa tanam. Ia juga berharap dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye guna mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Aceh langsung meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Hasil koordinasi tersebut mendapat respons positif, di mana BWS menyatakan siap melakukan langkah darurat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian beserta Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi dari pemerintah pusat yang terus mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh. Menurut dia, bangkitnya sektor pertanian dan perikanan akan menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Ia berharap mayoritas sawah yang telah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini.

Selain itu, Sekda Aceh juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mengupayakan solusi terhadap sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat yang masih memerlukan penanganan. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, seluruh lahan terdampak dapat dipulihkan secara bertahap hingga kembali produktif.

Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, Sekda Aceh bersama rombongan juga meninjau jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Pada kesempatan itu, ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera tersedia dan petani dapat memulai musim tanam tanpa hambatan.[]