SIMEULUE – Suhermadi Bitel (Mak Bitel) seorang pejuang lingkungan di Kabupaten Simeulue yang tergabung dalam Komunitas Peduli Laut Simeulue (Kompilasi) meraih penghargaan Kalpataru dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Penghargaan tersebut diberikan atas jasanya menyelamatkan kawasan pesisir yang mencakup 12 desa di Pulau Simeulue dalam hal mengembalikan kawasan hutan mangrove seluas 20 hektare, dengan melakukan penanaman bakau dan kelapa sejak empat tahun lalu.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc, melalui pejabat DLHK Aceh di Banda Aceh.
Saat dikonfirmasi media ini, Mak Bitel mengatakan, sejak tahun 2017, ia bersama empat rekannya yakni Irma, Taufik, Afrian Amin dan Said vazri, mulai menanam bakau dan jenis lainnya di kawasan Teluk Sinabang, yang kehilangan fungsi hutannya sejak tahun 2004 akibat Tsunami Aceh dan perambahan oleh warga setempat.
“Bakau ini sangat bermanfaat bagi lingkungan untuk mencegah abrasi laut serta bisa mendatangkan habitat laut seperti udang dan kepiting,” kata Mak Bitel, Rabu, (24/11/2021).
Kata Bitel, setiap hari mereka menanam sedikitnya 20 batang bakau di berbagai tempat di Kabupaten Simeulue.
“Laut adalah masa depan bagi anak-cucu kita. Khususnya bagi warga Simeulue yang mayoritas menggantungkan hidup pada hasil laut,” kata Bitel.
Selain aktif dalam kegiatan penanaman bakau. Bitel beserta sahabat kompilasi lainnya juga aktif dalam pembersihan lingkungan di daerahnya khsususnya dalam membersihkan sampah plastik.
“Semoga penghargaan ini semakin menambah semangat kami dan generasi muda Simeulue untuk menjaga lingkungan dan juga laut,” pungkas Bitel. (Ir)






