LSM Kepeuwo Sebut Penyedotan Pasir Di Sungai Meureubo Sebabkan Kedangkalan Muara Dan Merusak Lingkungan

LSM Kepeuwo Sebut Penyedotan Pasir Di Sungai Meureubo Sebabkan Kedangkalan Muara Dan Merusak Lingkungan

 

Mediasatunews.com | Meulaboh – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kepeuwo menyoroti aktivitas penyedotan pasir di aliran Sungai Meureubo, tepatnya di Desa Pasi Pinang, dan Kawasan Krueng Calok, Kabupaten Aceh Barat. Pasalnya Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya merusak ekosistem sungai, namun juga mempercepat terjadinya pendangkalan di kawasan muara.

 

Menurut Koordinator LSM Kepeuwo, Irsadi Aristora mengatakan, aktivitas penyedotan pasir yang tidak terkendali akan menimbulkan kerusakan lingkungan serius, seperti abrasi bantaran sungai, hilangnya habitat biota air, serta mengganggu aliran sungai yang berpotensi memicu banjir saat musim hujan.

 

“ini sangat mengkhawatirkan dan berbahaya bagi masyarakat yang mencari kerang di sungai, sudah ada tiga orang pencari kerang dan anak-anak yang meninggal akibat tenggelam, dulu sungai nya dangkal, sekarang sudah dalam karena disedot,” Kata Irsadi Aristora Koordinator LSM Kepeuwo, Kamis 3 Oktober 2025.

 

Disebut Irsadi, aktivitas penyedotan Pasir di kawasan desa Pasi pinang dan sekitarnya diketahui ilegal. Tanpa adanya pengawasan Ini sangat berbahaya bagi kerusakan lingkungan, seperti terjadi erosi dan tergerus bantaran sungai.

 

“Hari ini kita akan menunggu bencana saja, akibat dari dampak pengerukan Pasir, seperti banjir, apalagi saat ini air sungai sudah keruh sekali, dan aktivitas untuk menyuci dan lainnya terngangu sehingga sangat merugikan masyarakat,” Ujarnya

 

Ditegaskan, selainbpendangkalan di muara Sungai Meureubo dan muara calok, dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas nelayan tradisional yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses keluar-masuk kapal mereka.

 

LSM Kepeuwo meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk segera menertibkan penyedotan pasir liar serta melakukan evaluasi izin tambang yang beroperasi di sekitar sungai. Mereka menegaskan, eksploitasi sumber daya alam seharusnya memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

 

 

Penulis: PutraEditor: Redaksi