Gebrakan Pj Bupati, Pemkab Aceh Utara Gelar Rapat di Pedalaman Nisam Antara

Gebrakan Pj Bupati, Pemkab Aceh Utara Gelar Rapat di Pedalaman Nisam Antara
Pj Bupati Aceh Utara menginisiasi rapat pimpinan pejabat Aceh Utara di kawasan pedalaman Aceh Utara, di Kecamatan Nisam atau tepatnya di Gunung Salak. (Foto: Dok. Humas Aceh Utara)

ACEH UTARA – Pj Bupati Aceh utara mulai ramaikan Destinasi wisata KM 27 Alue dua Nisam antara Aceh Utara dengan memanfaatkan aula Caffe one refenery untuk Rapat Pimpinan Rabu, 2 November 2022.

Rapat yang dipimpim Pj Bupati Azwardi,AP.,M.Si diikuti oleh Para Asisten , seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan dan Para Kabag Setdakab Aceh Utara.

Dipilih tempat disini tak lain adalah untuk memajukan destinasi wisata gunung, menghidupkan UMKN Masyarakat sekitar nisam antara bahkan akan terbantunya tenaga kerja baru yang bekerja di UMKM dusun Simpang Jaya Krueng Tuan Nisam Antara.

Selain itu juga memberi suasana baru yang begitu sejuk dan nyaman dengan panorama alam nisam antar yang indah.

Selain itu juga akan ada PAD yang masuk ke Aceh Utara dengan perputaran uang disana, para pengusaha kaffe juga akan lebih semangat dalam mengembangkan bisnisnya, ini harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha dan perbankan dalam berinvestasi.

Masyarakat Aceh Utara bersama pemerintah patut mendukung bagi pertumbuhan ekonomi di daerah pegunungan ini yang mudah dijangkau serta tidak butuh waktu yang lama untuk mencapai km 27 dan km 40 gunung salak.

Digelarnya Rapim disini menjadi bukti bahwa dukungan pemerintah untuk pengembangan usaha masyarakat, bukan hanya disini saja namun dilokasi Bantayan Seunuddon juga sangat nyaman menggelar berbagai diskusi dan sosialisasi, selain biaya murah dengan snack, makan hasil produk petani lokal.

KM 27 Caffe one Refenery dari lhokseumawe hanya butuh wktu 45 menit, ini juga menjadi pertimbangan bagi penyelenggara acara ( bisa hemat waktu ).

Kedepan pengembangan kawasan ini akan terus dipromosikan bahwa siapapun yang mengunjungi daerah ini berarti sudah memberi efek bagi Pertumbuhan ekonomi pedalaman masyarakat Aceh Utara.

Dilokasi ini juga tersedia Masjid Tgk Abdul jalil. Kadis Syariat Islam M.Idris mengaku tempat ini tidak melanggar syariat islam dan perlu dikembangkan sebagai wisata islami.

Tokoh masyarakat Nisam antara Juanda, sangat berterimakasih dan apresiasi telah mau membuat acara disini sehingga bisa melihat potensi potensi yang bisa dikembangkan selama ini, dikelola dengan islami dan memudahkan izin usaha, selain itu pihak perbankkan juga memberi kemudahan dan akses ke daerah ini.

“Saya berharap agar BUMN terkait harus mendukung fasilitas untuk kawasan wisata terutama jaringan telekomunikasi, selama ini kami bersatu padu dengan muspika dan masyarakat sekitar untuk terus menghidaupkan kawasan destinasi wisata Gunung Salak Aceh Utara,” ungkap Juanda. (ADV)

zulfadli/acut