BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan dukungan untuk dunia usaha di Aceh. Kemudian juga turut mendorong pembiayaan dunia usaha seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman saat menghadiri Gathering Agen BSI Smart, Selasa (19/10/2021) malam di Hotel Kyriad Muraya.
Dikatakan Aminullah, di Banda Aceh saat ini terdapat 16.950 pelaku UMKM (data September 2021). Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan sebelum dirinya menjabat sebagai Walikota Banda Aceh yang berjumlah “hanya” 8.580 UMKM.
“Alhamdulillah dengan dukungan dan kerja keras Pemko Banda Aceh, saat ini UMKM jumlahnya jadi 16.950 UMKM, meningkat pesat hingga 99%,” beber mantan Dirut BPD Aceh itu.
UMKM, kata Aminullah, membutuhkan akses pembiayaan untuk bertahan dan berkembang, apalagi dengan kondisi saat ini ditengah pandemi. Pemko Banda Aceh selama ini telah mendukung pelaku UMKM melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mahirah Muamalah.
“Dan selama ini, kita sudah dukung pembiayaannya lewat Lembaga Keuangan Mikro Syariah milik Pemko, yakni Mahirah Muamalah. Tentunya akan lebih baik jika perbankan seperti BSI juga memberikan bantuan pembiayaan untuk mereka,” ujar Aminullah.
Aminullah meminta BSI untuk mengedukasi masyarakat Aceh akan keunggulan sistem ekonomi Syariah. Ia juga meminta BSI untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang ia pimpin.
Hadir dalam acara ini, Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar, Kepala BI Perwakilan Aceh Archis Sarwani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Mawardi, Kepala Ombudsman Taqwadin Husin, Kepala Divisi Brilink BRI Kicky Andrie Davetra, Perwakilan OJK Moishe Sofian dan sejumlah pejabat BSI.Pemko






