Memasak “Ie Bu Asyura”, Tradisi Turun Temurun Warga Lubok Sukon Peringati 10 Muharram

Memasak “Ie Bu Asyura”, Tradisi Turun Temurun Warga Lubok Sukon Peringati 10 Muharram
Pembuatan ie bu Asyura diaduk dengan Batang "Bak Kala".

Aceh Besar – Warga Desa Lubok Sukon Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar memeriahkan 10 Muharram dengan memasak Bubur Asyura atau mereka biasa menyebutnya “ie bu Asyura”.

Uniknya, pembuatan bubur ini dilakukan secara bergotong royong oleh kaum emak-emak yang ada di Desa Lubok Sukon.

Bubur Asyura dibuat dengan bahan dan ramuan khusus yang terdiri dari Kacang Hijau, Beras, Gula Pasir, Ketela, Jagung dan Pisang yang di campur dengan santan.

Emak-emak Desa Lubok Sukon memasak Bubur Asyura dalam Kuali Besar dengan api dari kayu bakar. Dan pengadukannya pun menggunakan batang yang mereka sebut dengan ‘Bak Kala”.

Santi, salah seorang warga Desa Lubok Sukon mengatakan, tradisi memasak Ie Bu Asyura ini telah mereka lakukan selama turun temurun dari jaman nenek moyang mereka. Dan bahan-bahan untuk membuatnya pun hasil dari patungan sesama warga sekitar.

”Tradisi memasak Ie Bu Asyura ini sudah turun temurun dari nenek moyang kami, ini bahannya hasil patungan dari warga disini, ada yang menyumbang beras, jagung, kemudian gula dan beras. Dan tempat masaknya pun kami sepakati bersama,” papar Santi kepada mediasatu.id, Kamis, 19 Agustus 2021.

Proses Memasak Bubur Asyura Atau ie bu Asyura.

Sementara itu, salah seorang Murid Kelas 3 MtsN Model Banda Aceh Najiba menyebutkan, tradisi gotong royong seperti ini sudah hilang di perkotaan dan ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah agar budaya seperti ini jangan sampai hilang.

“Iya pak, kami melihat budaya Meuseuraya seperti ini sudah tidak ada lagi di Kota, semoga ini menjadi perhatian pemerintah terkait agar tradisi seperti ini jangan hilang dan tidak diketahui generasi yang akan dating,” kata Najiba, Pelajar MTsN Model Banda Aceh yang ikut hadir menyaksikan proses memasak ie Bu Asyura hingga selesai bersama dua orang guru pendamping.

Menurut kitab Jam’ul Fawaid, Banyak peristiwa Islam terjadi pada 10 Muharram, seperti kisah surutnya air bandang pada masa Nabi Nuh As.

Pasca Banjir Bandang, Nabi Nuh meminta kepada pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa makanan yang ada di dalam bahtera hingga kemudian di masak menjadi bubur.

Nabi Nuh melakukan ini untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Dari sinilah awal mula tradisi memasak bubur yang diikuti oleh hampir seluruh muslim di dunia hingga sampai ke Aceh.