Mediasatunew.com | Aceh Barat — Pasca banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat, kondisi dua madrasah, yakni MIS Peuribu dan MIS Blang Luah, masih dipenuhi lumpur kiriman akibat tingginya debit air dari aliran Krueng Woyla, sungai yang dikenal berarus deras saat banjir besar terjadi.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan lumpur tebal masih terlihat jelas, terutama di MIS Peuribu. Hampir seluruh ruangan, mulai dari ruang kelas hingga halaman madrasah, tertutup endapan lumpur sehingga menyulitkan proses pembersihan.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Sc, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, menggelar aksi gotong royong bersama para kepala madrasah yang tergabung dalam K2MI, K2MTs, dan K2MA Aceh Barat.
Kegiatan gotong royong ini turut melibatkan ASN dan non-ASN dari berbagai jenjang madrasah di Aceh Barat. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa semangat saling membantu merupakan nilai penting yang harus terus dirawat, baik dalam kondisi suka maupun duka, terlebih saat menghadapi musibah bencana alam.
Aksi gotong royong bersama tersebut membuahkan hasil positif. Tumpukan lumpur di kedua madrasah mulai berkurang, sehingga meringankan beban pihak madrasah yang terdampak cukup parah pasca banjir.
Namun demikian, kondisi paling memprihatinkan terlihat di Perpustakaan MIS Blang Luah, di mana ratusan buku bacaan siswa tertimbun lumpur dan tidak dapat digunakan kembali. Kerusakan ini menjadi pukulan berat bagi siswa, mengingat buku bacaan merupakan sarana penting dalam mendukung kegiatan literasi sehari-hari.
Selain melaksanakan gotong royong, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh juga menyerahkan bantuan posko tanggap bencana kepada ASN yang terdampak banjir. Ia mengimbau seluruh madrasah agar segera melakukan pendataan terhadap mobiler dan aset yang rusak akibat banjir, guna mempermudah proses penanganan dan pemulihan secara terarah.
Ia berharap, proses pembelajaran di madrasah dapat kembali berjalan normal pada awal tahun 2026, setelah seluruh kerusakan dapat dipulihkan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir mendampingi, Kasi Penmad Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat H. Suhadi, Kasi PAI H. Iswandi, serta rombongan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh.






