Ekraf Peduli 2026 Bekali 112 Peserta Aceh Tengah dengan Kompetensi Barista

Ekraf Peduli 2026 Bekali 112 Peserta Aceh Tengah dengan Kompetensi Barista

Mediasatunews.com | Aceh Tengah – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah melalui program peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Program tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bidang barista tersebut berlangsung di Gedung Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (17/9/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Jauhari, yang mewakili Pj. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.

Menurut Jauhari, program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Kemenekraf melalui Pusbang SDM Ekraf. Program Ekraf Peduli dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di Tanah Gayo,” ujar Jauhari saat membacakan sambutan Pj. Bupati Aceh Tengah.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusbang SDM) Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar Rivai mengatakan peningkatan kompetensi penting dilakukan karena profesi barista membutuhkan keterampilan yang semakin beragam.

“Seorang barista saat ini tidak cukup hanya mampu membuat secangkir kopi. Barista harus memahami kualitas bahan baku, teknik penyeduhan, konsistensi rasa, kebersihan, pelayanan, serta mampu mengomunikasikan cerita di balik kopi tersebut. Sertifikasi ini bukan sekadar mengejar selembar kertas, tetapi membuktikan kompetensi nyata yang dapat dipertanggungjawabkan di dunia kerja dan dunia usaha,” kata Adi.

Ia mengatakan pemerintah pusat memberikan tugas kepada kementerian dan lembaga untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Semua kementerian dan lembaga diberikan tugas oleh Presiden untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Di Aceh sendiri, kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tengah mendapatkan peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk memulihkan mata pencaharian serta memperkuat daya saing usaha mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Erwin Pratama, mengapresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif yang menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi barista di daerah tersebut.

Menurut Erwin, pelatihan tersebut relevan dengan potensi kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang tepat kiranya mengadakan pelatihan kompetensi untuk barista-barista di Kabupaten Aceh Tengah. Karena Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten yang menghasilkan kopi arabika terbaik,” ujar Erwin.

Program PBK tersebut diikuti 112 peserta yang menjalani tahapan rekrutmen, pendaftaran akun digital, serta pembelajaran teori dan praktik pembuatan kopi.

Setelah melalui proses evaluasi, sebanyak 86 peserta akan mengikuti tahap uji kompetensi. Tahapan tersebut meliputi asesmen mandiri, wawancara, dan praktik langsung di hadapan tim penguji.

Salah seorang peserta, Raihan, yang merupakan barista Harsaya Coffee, mengapresiasi program peningkatan kompetensi tersebut. Menurutnya, kegiatan sertifikasi membantu pelaku usaha dan masyarakat terdampak bencana meningkatkan keterampilan di sektor hilir kopi.

“Pada masa pemulihan pascabencana ini, kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan sertifikasi kompetensi barista. Aceh Tengah selama ini dikenal sebagai pusat kopi yang berfokus di sektor hulu. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para pelaku usaha dan petani Gayo dapat melangkah ke sektor hilir, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga proses penyeduhan kopi,” ungkap Raihan.[]