Pelatihan Barista Ekraf Peduli 2026 Perkuat Kompetensi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Pelatihan Barista Ekraf Peduli 2026 Perkuat Kompetensi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Mediasatunews.com | Aceh Tamiang – Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat bangkit, berdaya, dan kembali produktif melalui sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Untuk mendukung percepatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.

Dalam konteks tersebut, penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalankan aktivitas produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Salah satunya diwujudkan melalui Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Ekraf Peduli 2026 Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Aceh Tamiang. Program tersebut dilaksanakan melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Subsektor Kuliner Skema Barista yang diikuti 112 peserta, Kamis (10/9/2026).

Pelatihan tersebut memberikan pembekalan berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta kebutuhan dunia kerja dan usaha.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, Adi M. Rivai, mengatakan profesi barista membutuhkan kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

“Profesi barista membutuhkan kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan ini, 112 peserta dibekali kompetensi yang mengacu pada SKKNI sebagai modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha,” ujar Adi dalam sambutannya.

Asisten Administrasi Umum Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Zein, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk membekali masyarakat terdampak bencana dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk kembali produktif dan membangun sumber penghidupan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menilai penguatan keterampilan barista dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di daerah.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Aceh Tamiang, Yusriati, berharap penguatan kompetensi melalui program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti setelah pelatihan serta sertifikasi selesai.

Dari sisi pengawasan dan penguatan program, Tenaga Ahli Muda Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), Pandu Satyahadi Putra, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Yogi, menilai penerapan standar kompetensi dapat membantu peserta meningkatkan kualitas keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja dan usaha.

Ia berharap pendampingan lanjutan tetap diberikan setelah pelatihan dan sertifikasi agar kompetensi yang telah diperoleh peserta dapat terus dikembangkan dan diterapkan.

Pelatihan tersebut dipandu Dityo Puspito Yuwono selaku pelatih PBK Skema Barista. Kegiatan turut dihadiri Tenaga Ahli Madya Deputi III KSP, M. Nawawi, serta unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.