Ekraf Peduli 2026 Bekali 112 Peserta di Aceh Tamiang dengan Kompetensi Barista

Ekraf Peduli 2026 Bekali 112 Peserta di Aceh Tamiang dengan Kompetensi Barista

Mediasatunews.com | Aceh Tamiang – Sebanyak 112 peserta mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) subsektor kuliner dengan skema barista dalam Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Ekraf Peduli 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (10/9/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang mengacu pada standar kompetensi. Pelatihan juga diarahkan untuk mempersiapkan peserta menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang kuliner.

Subsektor kuliner, khususnya kopi dan profesi barista, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di Aceh Tamiang. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, usaha kopi berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

R. Adi M. Rivai dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam memperkuat subsektor kuliner.

Menurutnya, profesi barista tidak hanya membutuhkan kemampuan menyajikan kopi, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar industri.

“Investasi terbaik dalam pembangunan ekonomi kreatif bukan hanya pada produk dan infrastrukturnya, melainkan pada sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia mengatakan PBK dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan secara langsung dalam dunia kerja maupun pengembangan usaha.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Farij, mengatakan keterampilan barista dapat menjadi salah satu modal bagi masyarakat untuk kembali produktif dan memanfaatkan peluang ekonomi setelah bencana.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Aceh Tamiang Yusriati berharap program penguatan kompetensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

“Pembinaan lanjutan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghidupan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan M. Nawawi, Tenaga Ahli Madya Deputi III Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP). Ia menyoroti pentingnya sertifikasi sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi peserta.

Menurut Nawawi, sertifikasi memberikan pengakuan formal terhadap kemampuan peserta melalui uji kompetensi berdasarkan standar yang berlaku. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing peserta serta mendukung pengembangan profesi dan usaha.

Salah seorang peserta, Yogi, berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku usaha kuliner dan barista di Aceh Tamiang.

Menurutnya, penerapan standar kompetensi dapat menjadi pijakan bagi peserta untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas peluang kerja dan usaha. Ia juga berharap pembinaan dilanjutkan setelah pelatihan dan sertifikasi melalui pendampingan secara berkelanjutan.

Pelatihan diberikan oleh Dityo Puspito Yuwono, selaku pelatih PBK Skema Barista. Materi pelatihan mengacu pada standar kompetensi kerja dan kebutuhan dunia kerja.

Dari 112 peserta PBK, sebanyak 86 orang telah melalui proses kurasi dan dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi pada Jumat (11/9/2026) besok.

Sertifikasi menjadi tahap lanjutan untuk memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi yang telah dikuasai peserta. Dengan demikian, PRR Ekraf Peduli 2026 tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi proses menuju pengakuan kompetensi.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja di bidang barista, sekaligus mendukung pengembangan potensi kopi lokal dan peluang usaha di Aceh Tamiang.

Kegiatan turut dihadiri Pandu Satyahadi Putra, Tenaga Ahli Muda Deputi III Kedeputian III KSP, serta Ir. Muhammad Zein, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, PRR Ekraf Peduli 2026 diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif.[]