Mediasatunews.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GN) di SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh, Kota Banda Aceh, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti 80 siswa. Sosialisasi membahas bahaya narkotika, risiko penyalahgunaan obat, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Muhibbul Khibri dan dilanjutkan pembukaan oleh Kepala BBPOM Aceh yang diwakili Ketua Tim Publikasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BBPOM Aceh, Suryani Fauzi.
Muhibbul Khibri mengapresiasi kolaborasi BBPOM Aceh dan BNN Kota Banda Aceh yang memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi anak-anak kami. Edukasi seperti ini menjadi bekal agar siswa mampu mengenali bahaya narkoba, berani mengatakan tidak, dan dapat menjaga diri maupun lingkungan pertemanannya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi juga mendorong kesadaran siswa untuk ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Materi pertama disampaikan Suryani Fauzi mengenai jenis dan bahaya narkotika. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis narkotika, mulai dari yang berasal langsung dari alam, hasil pengolahan bahan alam, hingga narkotika yang disintesis melalui proses laboratorium, seperti sabu dan ekstasi (MDMA).
Selain mengenali jenis narkotika, siswa diberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaannya, termasuk bagaimana penggunaan yang berawal dari coba-coba dapat berkembang menjadi kebiasaan hingga menimbulkan ketergantungan.
“Jangan pernah menganggap narkoba hanya persoalan orang lain. Penyalahgunaan bisa berawal dari rasa ingin tahu, coba-coba, mengikuti tren, atau pengaruh lingkungan. Karena itu, yang paling penting adalah berani menolak sejak awal dan tidak memberikan kesempatan narkoba mengendalikan masa depan kita,” pesan Suryani.
Materi selanjutnya disampaikan Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Banda Aceh, Muhammad Taufan. Ia membahas pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
Para siswa diajak memahami bahwa faktor individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan pertemanan dapat memengaruhi risiko penyalahgunaan narkoba. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan menempatkan diri dalam pergaulan dan mengambil keputusan secara tegas.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik. Sekolah juga harus menjadi lingkungan yang membentuk karakter dan ketahanan diri siswa. Ketika siswa memiliki kemampuan untuk memilih pergaulan yang positif dan berani mengambil keputusan yang tepat, itu menjadi salah satu kekuatan penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” ujar Muhammad Taufan.
Edukasi kemudian dilanjutkan oleh Tim Publikasi dan KIE BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra, yang membahas bahaya Obat-Obat Tertentu (OOT) di kalangan remaja.
Para peserta diberikan pemahaman bahwa OOT merupakan obat yang memengaruhi sistem saraf pusat. Jika digunakan melebihi dosis terapi, obat tersebut dapat menimbulkan risiko ketergantungan serta perubahan aktivitas mental dan perilaku.
Penyalahgunaan OOT juga dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, antara lain kecemasan, kebingungan, halusinasi, penurunan kesadaran, kecanduan, hingga gangguan jantung dan sistem pernapasan.
“Obat bukan sesuatu yang boleh digunakan sembarangan. Ada obat-obatan tertentu yang jika disalahgunakan dapat memberikan risiko serius bagi kesehatan. Karena itu, jangan pernah menggunakan obat hanya karena ajakan teman, tren, atau rasa penasaran. Gunakan obat sesuai aturan dan pastikan penggunaannya berdasarkan kebutuhan yang tepat,” jelas Ari.
Suasana kegiatan semakin interaktif saat para siswa mengikuti kuis mengenai narkotika, keamanan obat, dan perilaku hidup sehat. Kuis tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Melalui sosialisasi RAN P4GN tersebut, BBPOM Aceh dan BNN Kota Banda Aceh berharap para siswa semakin memahami risiko penyalahgunaan narkotika dan obat. Pengetahuan tersebut diharapkan mendorong siswa berani menolak ajakan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta saling mengingatkan di antara teman sebaya.
Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat peran sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
BBPOM Aceh berkomitmen mendorong edukasi dan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan obat dan zat berbahaya di kalangan generasi muda.[]






