Dikenakan Wajib Lapor, Selebgram Herlin Kenza Tidak Ditahan Pihak Kepolisian

Dok. Polres Lhokseumawe

Lhokseumawe – Kepolisian Resor Kota Lhokseumawe tidak melakukan penahanan kepada Selebgram Aceh Herlin Kenza dan Pemilik Grosir Pakaian Wulan Kokula yang dijerat UU Kekarantinaan Kesehatan.

“Keduanya sudah tersangka, tapi tidak dilakukan penahanan, dikenakan wajib lapor senin dan kamis,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi Pers di Mapolres setempat.

Terkait oknum anggota polisi yang melakukan pengawalan, Kapolres mengatakan mereka sudah diperiksa dan kemungkinan besar akan diberikan sanksi sesuai kode etik polri.

“Sudah diperiksa dan akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum disimpulkan bahwa kerumunan masyarakat di toko grosir Wulan Kokula melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 93 undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Jo pasal 55 KUHP.

“Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana,” sebut Winardy. Kabid Humas Polda Aceh.

Selain itu, jelas Winardy lagi, toko grosir Wulan Kokula saat ini telah disegel dan dipasang police line oleh Personil Sat Pol PP dan WH Kota Lhokseumawe, serta Personil Polres Lhokseumawe.

Penyegelan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Walikota Lhokseumawe Nomor :100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

“Kalau dilihat dari dua dasar hukum tersebut, secara jelas toko grosir Wulan Kokula telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat,” terang Winardy.

“Penyegelan tersebut terhitung mulai tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan,” imbuh Pamen tiga melati tersebut sembari mengakhiri keterangannya.