BANDA ACEH – Pihak rektorat Universitas Syiah Kuala (USK) memutuskan perkuliahan akan digelar secara daring. Pasca puluhan mahasiswa USK dinyatakan terpapar virus COVID-19.
“Perkuliahan secara daring hingga 20 Februari 2022 mendatang, ini merupakan respon USK terkait kasus COVID-19 di Kampus,” ujar Rektor USK Prof Samsul Rizal dalam keterangannya, Rabu, 9 Februari 2022.
Tim Satgas COVID-19, kata Samsul, melakukan tracing dengan melakukan swab terhadap 102 orang mahasiwa usai mendapat laporan adanya mahasiwa terpapar corona.
“Hasilnya, ternyata 59% positif COVID-19 dari 102 mahasiswa yang di tes PCR,” tandasnya.
Puluhan mahasiwa yang positif COVID-19 saat ini sedang menjalani karantina di asrama mahasiswa dengan blok terpisah dibawah pantauan tim Kesehatan USK.
“USK telah menetapkan beberapa kebijakan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 khususnya di lingkungan kampus. Kebijakan tersebut di antaranya adalah, kegiatan perkuliahan dan seminar/sejenisnya dialihkan sepenuhnya secara daring,” imbuh Samsul.
Menurut Samsul, sejumlah kebijakan lain diterapkan di antaranya kegiatan praktikum/skill lab/penelitian lab/sejenisnya, dapat dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat dengan kapasitas 50%.
Selain itu, kampus itu juga membatasi kehadiran tenaga pendidik maksimal 75%. Semua kegiatan kemahasiswaan di luar kampus juga tidak dibenarkan dan kegiatan di dalam kampus, masih dapat dilaksanakan jika dilakukan secara daring.
“Keputusan ini berlaku sampai tanggal 20 Februari dan dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus COVID-19,” pungkasnya.






