IBI Banda Aceh Gelar Seminar Ilmiah, Perkuat Peran Bidan Cegah Stunting dan Tekan AKI

IBI Banda Aceh Gelar Seminar Ilmiah, Perkuat Peran Bidan Cegah Stunting dan Tekan AKI

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Banda Aceh melalui Bidan Delima menggelar seminar ilmiah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75, Sabtu (15/8/2026).

Seminar mengusung tema “Optimalisasi Peran Bidan sebagai Garda Terdepan dalam Meningkatkan Status Gizi Ibu Hamil dan Nifas sebagai Langkah Nyata Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan bidan, khususnya dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berorientasi pada peningkatan status gizi ibu serta pencegahan stunting sejak dini.

Sebanyak 15 bidan terpilih dari berbagai wilayah kerja, baik di Kota Banda Aceh maupun luar Kota Banda Aceh, mengikuti seminar tersebut. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan peran sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Aceh, Mars IBI, dan Hymne IBI. Acara dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, sambutan Ketua PC IBI Kota Banda Aceh, serta sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh atau yang mewakili sekaligus membuka kegiatan.

Dalam rangkaian pembukaan, panitia juga menyerahkan piagam penghargaan dan cenderamata kepada Kepala Dinas Kesehatan, serta cenderamata kepada sponsor. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan coffee break sebelum memasuki seminar ilmiah.

Seminar menghadirkan tiga pemateri dari berbagai bidang keahlian.

Materi pertama disampaikan oleh dr. Fiona Desi Amelia, Sp.GK., AIFO-K, dengan tema “Intervensi Gizi Berbasis Siklus Kehidupan pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas serta Bayi dan Balita dalam Mendukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Pencegahan Stunting.”

Materi tersebut menekankan pentingnya pemenuhan gizi secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga periode bayi dan balita sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Materi kedua disampaikan Bdn. Safnita Hamzah, S.ST., M.Kes., dengan topik “Kewenangan Klinis Bidan dalam Pendekatan Asuhan Gizi Terintegrasi pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Maternal, Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk memperdalam pemahaman sekaligus berbagi pengalaman terkait pelaksanaan pelayanan kebidanan dan berbagai tantangan di lapangan.

Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh dr. Rahmat, Sp.OG., dengan tema “Implikasi Obstetri Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Anemia pada Kehamilan terhadap Persalinan, Masa Nifas dan Luaran Maternal Perinatal dalam Mendukung Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dampak KEK dan anemia terhadap kesehatan ibu dan bayi, serta pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini.

Ketua Bidan Delima Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Panitia, Bd. Cut Khairiati, SST., mengatakan seminar tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan terbaru kepada para bidan untuk diterapkan dalam praktik pelayanan kebidanan.

“Diharapkan bidan dapat memperoleh ilmu dan wawasan terbaru yang dapat diterapkan dalam praktik pelayanan kebidanan, khususnya dalam mendukung status gizi ibu dan pencegahan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kota Banda Aceh, Bdn. Safnita Hamzah, S.ST., M.Kes., menegaskan bahwa bidan memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Namun, menurutnya, bidan tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan asuhan.

“Bidan tidak bekerja dalam isolasi. Bidan adalah koordinator utama yang menghubungkan berbagai elemen asuhan. Oleh bidan sebagai garda terdepan, bidan berdaya, menjadikan ibu dan bayi sehat, keluarga bahagia, dan bangsa kuat,” ungkapnya.

Ns. Yennizar, SST., S.Kep., M.Si., yang mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sekaligus membuka seminar, mengatakan peran bidan tidak hanya sebatas membantu proses persalinan, tetapi juga mencakup upaya meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu serta anak.

“Bidan bukan hanya penolong persalinan, tetapi juga generator ibu hamil dan garda terdepan dalam meningkatkan status gizi ibu hamil, bersalin, dan nifas. Tingkatkan kompetensi. Semoga seminar ini menjadi wadah serta komitmen bersama untuk mencegah AKI dan AKB,” katanya.

Seminar tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Bidan Delima dan IBI Kota Banda Aceh dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebidanan.

Peningkatan kompetensi bidan diharapkan dapat berkontribusi terhadap optimalisasi pelayanan, terutama dalam pemantauan status gizi, deteksi dini faktor risiko kehamilan, pencegahan komplikasi, serta pencegahan stunting pada bayi dan balita.

Salah seorang peserta, Herlina, Amd.Keb., mengatakan seminar tersebut memberikan tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

“Kegiatan seminar ini sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan yang dapat kami terapkan dalam pelayanan sehari-hari, terutama terkait pemenuhan gizi ibu hamil, deteksi dini KEK dan anemia, serta pencegahan stunting. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi bidan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian suvenir kepada peserta, foto bersama, dan penutupan.

Momentum HUT IBI ke-75 diharapkan semakin memperkuat semangat para bidan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bidan berdaya, ibu dan bayi sehat, keluarga bahagia, bangsa kuat.[]