MEDIASATUNEWS | JAKARTA – Kemajuan sebuah negara tak lepas dari pendidikan. Bahkan begitu pentingnya eksistensi pendidikan bagi semua orang dalam berkehidupan.
“Pendidikan bisa mendorong agar negara mampu menghadapi perkembangan zaman serta memajukan peradaban bangsa agar lebih kokoh,” kata Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Dr. H Saepuloh, Sabtu 20 Juli 2024.
Tentu saja tidak hanya Pendidikan umum saja yang dibutuhkan melainkan Pendidikan moral dan Pendidikan karakter yang akan menunjukkan bahwa seseorang lebih bermartabat, bermanfaat, dan bijaksana.
“Tentu upaya ini harus menyentuh pembenahan tiga komponen pendidikan yakni guru, tenaga kependidikan dan peserta didik atau siswa,” katanya.
Dengan adanya pemerintahan baru dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, kata Saepuloh, harus menekankan pada peningkatan SDM.
“Kami menyambut gembira adanya program makan gratis untuk peningkatan mutu SDM, sebagai langkah kongkret dari Pemerintah untuk memberikan asuoan gizi yang baik bagi siswa, tapi harus dikelola dengan baik,” katanya.
Mengenai kualitas Pendidikan di Indonesia, di lansir dari data UNESCO, Indonesia merupakan negara yang masuk negara dengan kualitas Pendidikan yang rendah.
Hal tersebut disebabkan minimnya pengamatan dari pemerintah tentang Pendidikan di berbagai wilayah.
Pada tahun 2023 ini, di kutip dari worldtop.org, Indonesia berada di tempat ke-67 dari banyaknya 209 negara belahan dunia.
“Beberapa faktor yang menyebabkan kualitas Indonesia masih dianggap rendah antara lain, faktor kurikulum, fasilitas dari negara, kurangnya pendidik profesional, biaya Pendidikan yang mahal, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya Pendidikan,” ujarnya.
Tentu pemerintah harus fokus dulu kepada guru agar membuat guru yang profesional dan sejahtera.
“Sebuah yang ironis bila hasil output pendidikan tak sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya, Jawa Barat mendapatkan investasi paling besar sehingga bisa menyerap tenaga kerja paling besar. Namun nyatanya malah Jawa Barat juga penyumbang pengangguran terbesar,” katanya.
Sedangkan peserta didik, kata Saepuloh, khususnya mahasiswa juga malah terjebak kepada jerat pinjaman online (pinjol).
“Belum lulus dan menjadi sarjana, tapi beban untuk mengembalikan pinjol sangat besar. Kita tak bisa membayangkan bagaimana nasib bangsa ini karena sudah terjerat dengan pinjol dan judi online,” katanya.
Saepuloh berkesimpulan sangatlah penting sebuah negara mengedepankan pendidikan agar negara semakin maju.
“Namun, tujuan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan akan tercapai apabila melakukan langkah-langkah yang tepat dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Selin itu, terkait pentingnya wawasan Pertahanan dan Ketahanan Bangsa harus disampaikan secara dini kepada peserta didik, sehingga hal tersebut harus dimasukkan kedalam muatan kurikulum
“Karena sebuah negara maju itu akan dilihat dari tiga komponen, yaitu komponen pertahanan, intelejen dan ekonomi” kata Saepuloh yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Relawan Akar Rumput Hijau.
Sehingga kedepan diharapkan ketika anak didik kita menjadi pemangku kebijakan, mereka akan melihat juga dari sisi pertahanan dan ketahanan Bangsa, agar negara kita bisa menjadi negara yang maju dan bisa bebas dari ketergantungan kepada negara lain. []






