Banda Aceh – Hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan selama periode 9 – 15 Agustus 2021 menunjukkan peningkatan kepatuhan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Aceh. Sementara itu, kasus baru Covid-19 dilaporkan bertambah 355 orang, pasien yang sembuh bertambah 238 orang, dan 12 orang meninggal dunia.
“Tim monitoring perubahan perilaku memantau kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan di pelbagai fasilitas umum setiap hari, dan analisis dirilis mingguan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional,” jelas Saifullah Abdulgani.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh itu menjelaskan, tingkat kepatuhan memakai masker di Aceh sekitar 88,53 persen dari 713 ribu orang yang dipantau selama seminggu di tempat-tempat umum. Sementara tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan mencapai 91 persen. Rerata nasional 90,63 persen dan 89,31 persen.
Tingkat kepatuhan tersebut lebih baik dibandingkan hasil monitoring periode 2 – 8 Agustus 2021. Pada periode tersebut, tingkat kepatuhan memakai masker sekitar 84,92 persen, dan kepatuhan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan sekitar 87,62 persen. Sedangkan rerata nasional dalam periode itu sekitar 90,49 persen dan 88,89 persen.
Meski tingkat kepatuhan meningkat, bila disandingkan 10 provinsi di Sumatera, posisi Aceh masih di urutan kelima. Hal ini terjadi karena daerah-daerah lain juga terus berikhtiar meningkatkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan komunitasnya dari ancaman virus corona yang kian beragam variannya itu.
Lima tertinggi tingkat kepatuhan masker, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Aceh. Lima tertinggi menjaga jarak dan menhindari kerumunan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, dan Aceh.
Kemudian Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Aceh memberi apresiasi yang tinggi atas ikhtiar masyarakat memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan tersebut. Kepatuhan protokol kesehatan perlu lebih ditingkatkan dengan ditemukannya 11 kasus varian baru virus corona di Aceh.
“Virus varian baru Delta diyakini berkali-kali lebih cepat menular dibandingkan varian SARS-Cov-2 sebagai penyebab Covid-19 selama ini, dan karena itu perlu kewaspadaan lebih tinggi lagi,” ujarnya.



