PT BSM Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat Panton Luas, Aceh Selatan

PT BSM Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat Panton Luas, Aceh Selatan

Mediasatunews.com | Banda Aceh – PT Bersama Sukses Mining (BSM) menyatakan menghormati aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Perusahaan juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk membahas kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan dan manfaat kegiatan pertambangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama PT BSM Zulfikar menanggapi pertemuan masyarakat yang berlangsung di Masjid Munawwarah, Samadua, pada Minggu (15/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 500 warga dan membahas sejumlah persoalan, termasuk kekhawatiran terhadap potensi banjir serta manfaat kegiatan pertambangan bagi masyarakat setempat.

“Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat dan memandang penyampaian kekhawatiran tersebut sebagai bagian penting dari keterbukaan informasi. Kami siap membuka ruang dialog secara terbuka dan berimbang untuk menghindari kesalahpahaman serta mencegah munculnya konflik sosial,” kata Zulfikar dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Zulfikar, setiap kegiatan usaha, termasuk pertambangan, perkebunan, industri, maupun pembukaan kawasan, berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Namun, ia mengatakan dampak tersebut dapat diminimalkan apabila kegiatan dilakukan secara profesional, terukur, terencana, serta disertai pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait bencana seperti longsor dan banjir. Namun, tidak serta-merta setiap kejadian tersebut disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat persoalan secara objektif berdasarkan data dan kajian,” ujarnya.

Zulfikar mengatakan PT BSM telah memperoleh sejumlah perizinan dan persetujuan dari pemerintah sebagai dasar pelaksanaan kegiatan eksplorasi.

Di antaranya, rekomendasi Bupati Aceh Selatan Nomor 540/338, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) Nomor 04042410311101002, serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Nomor 540/DPMPTSP/882/IUP-EKS/2024 yang diterbitkan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Perusahaan juga menyebut telah menempatkan jaminan reklamasi Nomor AA 67953 serta memperoleh persetujuan reklamasi Nomor 500.10.29.16/229 dan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) Nomor 500.10.29.16/402 Tahun 2026.

Berdasarkan keterangan perusahaan, wilayah IUP Eksplorasi PT BSM berada di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, dengan luas sekitar 752 hektare. Wilayah tersebut mencakup sejumlah gampong, antara lain Gampong Gunung Ketek, Alur Semerah, dan Subarang, serta berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).

Zulfikar menegaskan, kegiatan yang dilakukan perusahaan saat ini masih berada pada tahap eksplorasi atau survei geologi, bukan kegiatan penambangan.

“Kegiatan eksplorasi dilakukan untuk mengetahui sumber daya atau cadangan mineral yang memiliki nilai ekonomis melalui pendekatan ilmiah dan kajian teknis. Pada tahap ini kami tidak melakukan kegiatan penambangan terbuka, pembukaan lahan secara besar-besaran, maupun penggunaan bahan kimia berbahaya,” katanya.

Ia menjelaskan hasil eksplorasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah potensi mineral di wilayah tersebut layak dikembangkan lebih lanjut. Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang tidak ekonomis, perusahaan menyatakan akan menghentikan kegiatan eksplorasi dan mengembalikan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Zulfikar, kegiatan eksplorasi PT BSM meliputi survei topografi, survei geologi, survei geofisika, dan pemboran.

Survei topografi dilakukan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memperoleh data ketinggian, koordinat, foto udara, serta kondisi vegetasi.

Sementara survei geologi dilakukan dengan mengambil sampel batuan dan tanah untuk dianalisis di laboratorium. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga ahli geologi dan masyarakat dalam proses pengambilan sampel.

Survei geofisika dilakukan menggunakan injeksi arus listrik berintensitas rendah untuk memetakan kondisi bawah permukaan, seperti batuan, air tanah, struktur, dan lapisan tanah.

Adapun pemboran dilakukan untuk mengambil contoh tanah atau batuan pada kedalaman tertentu. Menurut perusahaan, metode tersebut digunakan untuk mengetahui ketebalan dan hubungan antarlapisan sehingga potensi sumber daya atau cadangan mineral dapat dihitung.

Selain kegiatan eksplorasi, perusahaan mengklaim melakukan pemantauan lingkungan secara berkala yang meliputi kualitas air dan udara, tingkat kebisingan, vegetasi, serta biota di sekitar wilayah kegiatan.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai manfaat ekonomi, Zulfikar menyatakan perusahaan akan memprioritaskan masyarakat setempat apabila kegiatan eksplorasi nantinya berlanjut hingga tahap produksi.

“Jika hasil survei menunjukkan potensi ekonomis dan kegiatan berlanjut ke tahap produksi, kami berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat Samadua dan sekitarnya. Target kami minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal,” katanya.

PT BSM juga menyatakan akan menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility atau CSR) serta pengembangan masyarakat (community development atau CD) yang diarahkan pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Zulfikar mengatakan perusahaan terbuka untuk menyampaikan data teknis kepada masyarakat, termasuk dengan melibatkan ahli independen dan perguruan tinggi.

“Kami siap mempresentasikan data teknis secara terbuka di hadapan masyarakat dengan melibatkan ahli independen maupun perguruan tinggi. Kami ingin seluruh informasi dapat dibahas berdasarkan data dan kajian,” ujarnya.

Terkait aspek lingkungan, Zulfikar mengatakan setiap tahapan kegiatan akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan dokumen serta persetujuan lingkungan yang dipersyaratkan.

Ia menegaskan, perusahaan memahami kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah IUP dan berharap persoalan tersebut dapat dibahas melalui dialog.

“PT BSM bersedia berdialog secara terbuka dengan masyarakat. Kami berharap komunikasi yang baik dapat mencegah kesalahpahaman dan menghindari munculnya konflik sosial,” pungkas Zulfikar.[]