Potret Miris MIN 14 Aceh Barat Pasca Banjir, Perpustakaan dan MCK Masih Tertutup Lumpur

Potret Miris MIN 14 Aceh Barat Pasca Banjir, Perpustakaan dan MCK Masih Tertutup Lumpur

Mediasatunews.com | Aceh Barat — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Aceh Barat yang berlokasi di Gampong Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, hingga kini masih membutuhkan uluran tangan berbagai pihak pascabanjir bandang yang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala MIN 14 Aceh Barat, Edward, menyampaikan bahwa dampak banjir bandang masih sangat terasa. Sejumlah sarana dan prasarana madrasah hingga kini masih tertutup material lumpur dan belum dibersihkan secara maksimal. Kondisi memprihatinkan terlihat pada beberapa fasilitas penting seperti ruang perpustakaan, MCK, hingga rumah guru.

“Pada saat banjir bandang terjadi, ketinggian debit air mencapai sekitar 2,5 meter. Akibatnya, buku-buku bacaan di ruang perpustakaan rusak dan tidak bisa lagi dipergunakan,” ujar Edward. Selasa (13/1/26).

Kondisi tersebut terungkap saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H. Abrar ZYM, S.Ag., MH, bersama rombongan yang terdiri dari Kasi Pendidikan Madrasah (Pendis) dan para kepala madrasah, menyalurkan bantuan dari Kanwil Kemenag Aceh. Bantuan tersebut berupa peralatan penanganan pascabencana yang dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan lingkungan madrasah.

Tak hanya dari pihak madrasah, harapan juga disampaikan oleh peserta didik. Safran, salah seorang siswa MIN 14 Aceh Barat, berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian khusus terhadap madrasah tempat ia menempuh pendidikan.

“Kami berharap fasilitas belajar mengajar seperti laptop, stabilizer, printer, dan buku-buku pelajaran bisa dibantu agar kami bisa belajar lebih nyaman,” ungkapnya.

Meski masih dalam keterbatasan, aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di MIN 14 Aceh Barat saat ini telah kembali berjalan normal. Para siswa tampak bersemangat mengikuti pelajaran saat Kasi Pendis meninjau langsung ruang kelas dan memberikan motivasi kepada para murid.

Sementara itu, H. Abrar ZYM, S.Ag., MH mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan kepala madrasah, para guru, serta masyarakat Gampong Paya Baro dalam menghadapi dampak banjir bandang.

“Kami mengapresiasi upaya strategis yang telah dilakukan sehingga PBM bisa tetap berjalan sesuai jadwal. Ke depan, insyaallah kami juga akan mengajak relawan Kemenag untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial di madrasah ini,” ujarnya.

Pascabanjir bandang ini, MIN 14 Aceh Barat diharapkan mendapat dukungan berkelanjutan agar pemulihan sarana pendidikan dapat segera terealisasi demi kelangsungan pendidikan generasi bangsa.

Penulis: PutraEditor: Redaksi