Dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh banyak disuguhi cerita-cerita mistis seperti kemunculan hantu. Cerita ini kemudian terus disampaikan secara turun temurun hingga terkesan menakut-nakuti.
Dalam Bahasa Aceh hantu biasa disebut sebagai Burong, berikut Burong yang paling Populer di Aceh.
Berikut nama-nama hantu yang populer di Aceh:
Burong Tujoh
Burong Tujoh diketahui sebagai setan yang dikirim oleh dukun untuk menyerang seseorang yang dikehendaki atau atas suruhan orang lain. Biasanya karena dendam atau hanya sekedar iseng untuk tes ilmu hitam yang dipelajari.
Menurut cerita turun temurun, sebutan Burong Tujoh karena setan yang dikirim ini berjumlah tujuh orang.
Konon, proses pemanggilan setan ini melewati beberapa ritual tertentu. Semisal mencuri air pemandian jenazah, mengambil organ mayat dari dalam kubur dengan menggunakan mantra-mantra tertentu.
Geunteut
Hantu yang satu ini diyakini suka mengerjai manusia saat magrib tiba, target utamanya adalah anak-anak. Mangsa akan diculik dan dibawah ke atas pohon, korban dibuat seakan-akan sedang berada ditempat yang mewah.
Padahal kenyataannya mereka sedang disembunyikan oleh Geunteut di pepohonan atau ditempat yang sulit dijangkau nalar manusia.
Menurut penuturan orang tua jaman dahulu, Geunteut memiliki bentuk setinggi pohon kelapa.
Sebuah permainan rakyat yang biasa disebut egrang, masyarakat Aceh menyebutnya dengan geunteut, karena sesuai dengan kisah hantu Geunteut.
Jen Apui
Kisah lainnya hantu di Aceh diberi nama Jen Apui, hantu jenis ini cenderung agresif dan dapat menyerang siapa saja. Jin ini munculnya di sore hari saat menjelang magrib di dekat Pematang Sawah atau di rawa-rawa. Jen Apui berbentuk seperti bola api dan menyala.
Siapa saja yang berjumpa dengan Hantu jenis ini diyakini pasti akan lari tunggang langgang.
Ma’op
Nama ini sangat familiar di kalangan anak-anak Aceh. Setiap anak Aceh yang tidak mematuhi titah orang tuanya maka akan ditakuti dengan hantu Ma’op.
Hantu ini mempunyai bentuk tinggi, besar dan hitam legam, serta akan memakan apa saja yang dia inginkan.
Orang tua di Aceh sering mengeluarkan ulitmatum bagi anaknya dengan kata-kata “kajak Aju Keunan, Icok Keuh Le Ma’op”. Peringatan ini diberikan bagi anak-anak yang suka keluyuran ke tempat yang tidak terjangkau orang tuanya.
Konon dalam kisah yang diceritakan, hantu ini akan muncul pada sore dan malam hari.
Beunot
Sosok hantu ini tidak senang kalau melihat manusia sedang enak tertidur. Beunot suka menggangu manusia yang suka tidur telentang. Jika diserang hantu ini, korban akan mengalami gejala seperti tertindih, kesulitan bergerak, dan kesulitan bernafas.
Upaya korbannya meminta bantuan dengan cara berteriak tidak akan membuahkan hasil karena tidak akan terdengar. Di Aceh hal seperti ini disebut dengan di “Geunton Le Beunot”.
Akan tetapi dunia medis menyebutnya dengan sleep paralysis. Na saja yaaa !!!






