UTU Kampus Percontohan Untuk Turunkan Stunting

UTU Kampus Percontohan Untuk Turunkan Stunting

Meulaboh – Dalam rangka penguatan wawasan tentang stunting bagi kalangan mahasiswa magang dan bina Desa UTU. Universitas Teuku Umar bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan pembekalan mahasiswa bina desa stunting melalui zoom meeting, Kamis, 12 Agustus 2021.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

Deputi BKKBN Bidang Pengendalian Penduduk, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip. Com dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UTU yang telah menginisiasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam hal pencegahan dan penurunan prevalensi kasus stunting di Indonesia khususnya di Aceh.

“Kami sangat menghargai inisiatif dari UTU untuk membuat program dan sekaligus melaksanakan program pengabdian masyarakat di beberapa desa di 6 kabupaten di Aceh yang disebut bina desa stunting, ini sangat luar biasa. Jadi terus terang inilah yang diharapkan oleh Bapak Kepala BKKBN,”kata Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip. Com.

Ia juga menambahkan bahwa program yang dilakukan oleh UTU terkait pencegahan dan penurunan kasus prevalensi stunting melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka tersebut akan dijadikan sebagai percontohan nasional.

“Mohon izin Pak Rektor, ini program yang dilakukan UTU, nanti mau kita jadikan sebagai percontohan nasional. Bapak Rektor inisiatifnya luar biasa, yang lain-lainnya belum punya, Bapak udah punya duluan, jadi nnti kita akan lihat bagaimana polanya, mungkin nanti kami akan langsung terjun ke Aceh melihat langsung polanya,”sebut dia.

Sementara itu, Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. ma’ruf, SE, MBA mengatakan, sumber daya alam Indonesia sudah ada, Allah sudah menganugerahkan kepada bangsa Indonesia sumber daya alam yang berlimpah ruah.

Namun ujar Rektor, UTU perlu mempersiapkan SDM Unggul menuju Indonesia 2045 yang sangat mungkin terjadi jika dapat mempersiapkan SDM Unggul sejak dini. SDM Unggul perlu dipersiapkan, disamping pendidikan yang perlu dikembangkan namun kesehatan juga perlu disiapkan, jadi pendidikan dan kesehatan mesti dipadukan dan diintergrasikan agar menghasilkan SDM unggul.

“Kita tahu selama ini jika bayi-bayi yang lahir tidak disiapkan dengan baik pada1000 hari pertama, kita tahu negeri kita adalah paling tinggi angka stunting. WHO mengatakan batas angka stunting di setiap negara adalah 20 persen, namun Indonesia adalah di angka 27 persen dan Aceh ada pada angka 37 persen dari angka tersebut pantai barat selatan Aceh yang terbesar diantaranya. Makanya dari itu, UTU peka melihat persoalan stunting di Aceh, maka UTU berkontribusi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Aceh melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka UTU,”papar Prof Jasman.

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN Perwakilan Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd mengatakan dirinya sangat berterima kasih UTU telah melaksanakan program penurunan prevalensi stunting,

“Kami berharap dengan kegiatan tersebut dapat menurunkan angka stunting di Aceh. Kami akan berupaya untuk segera mengirimkan tim penyuluh yang nanti akan berkoordinasi dan mendampingi adik-adik mahasiswa di lapangan dalam rangka pencegahan dan penurunan prevalensi Stunting di Aceh,”sebut Drs. Sahidal Kastri, M.Pd.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Deputi BKKBN Bidang Pengendalian Penduduk, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip. Com, Kepala BKKBN Perwakilan Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA, Dekan FKM UTU, Prof. Darmawi, M.Si, Konsorsium Perguruan Tinggi, Drs. Lukman Ibrahim, M.Pd dan Dr. Edi Setiawan, S.Si, M.Sc, MSE, Yarmaliza, SKM, M.Kes yang menjadi nara sumber serta Ketua Task Force Program Kompetisi Kampus Merdeka UTU, Firman Parlindungan, Ph.D yang menjadi sebagai moderator acara.

Exit mobile version