NasDem Aceh Minta Kematian Taruna Poltekpel Malahayati Diusut Tuntas

NasDem Aceh Minta Kematian Taruna Poltekpel Malahayati Diusut Tuntas

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Ketua DPW NasDem Aceh yang juga Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Aceh, Irsan Sosiawan Gading, meminta kepolisian mengusut tuntas kematian Muhammad Rasya Fadilla, taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh yang meninggal pada Minggu (27/9/2026) lalu.

Rasya meninggal dunia saat mengikuti rangkaian orientasi mahasiswa baru di Poltekpel Malahayati. Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak dan menjadi duka bagi keluarga serta insan pendidikan di Aceh.

Irsan mengatakan penyebab kematian Rasya harus diungkap secara transparan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.

“Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ananda Muhammad Rasya Fadilla. Penyebab kematiannya harus diketahui publik secara jelas,” kata Irsan, Rabu (30/9/2026).

Menurut Irsan, kasus tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak, khususnya penyelenggara pendidikan, agar memastikan seluruh kegiatan pendidikan berlangsung aman dan bebas dari kekerasan serta perundungan.

“Setiap aktivitas pendidikan harus jauh dari unsur kekerasan dan perundungan. Ini menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap isu kekerasan di lingkungan pendidikan, DPW NasDem Aceh menyatakan akan melakukan advokasi dengan membentuk dua tim, yakni tim advokasi hukum dan tim advokasi politik.

Untuk tim advokasi hukum, DPW NasDem Aceh menunjuk Ketua Badan Hukum (BAHU) NasDem sebagai koordinator. Tim tersebut akan memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada keluarga korban apabila membutuhkan bantuan hukum.

“Sementara itu, tim advokasi politik akan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi NasDem di DPRA. Tim ini akan ikut mengawal proses pengusutan kasus kematian Rasya agar berjalan secara transparan dan tuntas,” ujar Irsan.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap perlindungan peserta didik dan upaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman.

“Advokasi politik ini penting untuk melindungi dunia pendidikan dan anak-anak Aceh dari kekerasan dan perundungan,” lanjutnya.

Irsan berharap kasus kematian Rasya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan terhadap peserta didik dan mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kita berharap tidak ada lagi korban berikutnya. Tidak ada lagi kekerasan yang dibiarkan tumbuh di lingkungan pendidikan di Aceh,” tutup Irsan.[]