Mualem Apresiasi Dedikasi Polri pada Hari Bhayangkara ke-80

Mualem Apresiasi Dedikasi Polri pada Hari Bhayangkara ke-80

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ia mengapresiasi dedikasi Polri, khususnya Polda Aceh, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya mengapresiasi dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Mualem mengatakan Polri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, Polda Aceh telah mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Bahkan, saat ini penyebutan Polda Aceh telah dikenal dengan sebutan Polda Aceh Meutuah,” ujarnya.

Ia menilai konsep tersebut mencerminkan integrasi antara kebijakan nasional, arahan kepemimpinan Polri, serta nilai-nilai budaya dan syariat Islam yang menjadi karakter masyarakat Aceh.

“Hal itu menjadi filosofi kepolisian yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Mualem menyebut berbagai langkah yang dilakukan Polri, khususnya Polda Aceh, merupakan bagian dari penerapan kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi lima unsur utama dalam pembangunan dan penyelesaian persoalan publik.

Menurutnya, konsep pentahelix berangkat dari pemahaman bahwa persoalan yang kompleks tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Sinergi antara pemerintah, termasuk kepolisian, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah berperan sebagai regulator, fasilitator, dan perumus kebijakan. Akademisi berkontribusi melalui penelitian, inovasi, dan penyediaan data ilmiah. Dunia usaha menyediakan investasi, teknologi, serta keahlian manajerial. Sementara itu, masyarakat menjadi representasi kebutuhan dan partisipasi publik, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi, mengedukasi masyarakat, serta membangun opini publik yang positif.

Mualem menegaskan, kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Aceh.

“Penguatan kerja sama yang baik harus terus dijaga. Dengan begitu, Aceh tidak hanya menjadi daerah yang aman, tetapi juga nyaman untuk ditinggali. Kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.[]