Mediasatunews.com | Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memberikan bonus yang layak kepada peserta asal Banda Aceh yang berhasil menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Selain bonus, Irwansyah meminta Pemko Banda Aceh mempertimbangkan pemberian beasiswa bagi peserta berprestasi yang masih berstatus pelajar sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Ia juga meminta pemerintah menyiapkan penyambutan yang layak bagi para kafilah saat kembali ke Banda Aceh. Menurutnya, prestasi yang telah diraih patut mendapat penghormatan dan apresiasi dari pemerintah maupun masyarakat.
“Dengan penuh haru dan kebanggaan, kami menyampaikan apresiasi kepada kafilah MTQ Aceh yang telah menorehkan prestasi terbaiknya di MTQ Nasional Semarang. Setelah sekian lama, kita akhirnya bisa kembali masuk empat besar,” ujar politikus PKS tersebut.
Kepada Pemerintah Aceh, Irwansyah juga meminta seluruh kafilah Aceh mendapat perhatian khusus atas prestasi yang diraih pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
“Prestasi ini tidak main-main. Ini membanggakan dan patut dihargai serta diapresiasi setimpal. Dunia akhirat soalnya. Apakah bonus umrah, bonus dana, atau mungkin mendapat kesempatan lapangan kerja yang lebih mudah bagi mereka,” katanya.
Secara khusus, Irwansyah menyampaikan kebanggaannya terhadap anggota kafilah asal Banda Aceh, Habibul Hamiz, warga Gampong Tibang, yang berhasil meraih Terbaik II cabang Tilawah Anak-Anak. Hasil tersebut juga tercantum dalam daftar resmi juara MTQ Nasional XXXI.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kayyisa Farras, anggota regu Fahm Al-Qur’an Putri, yang turut mengantarkan Aceh meraih Terbaik I nasional pada cabang tersebut. Kemenag Aceh mencatat Kayyisa bersama Izza Mushviya dan Azka Dara Maulidya menjadi juara pertama Fahm Al-Qur’an Putri dengan nilai 1.505.
Kayyisa merupakan putri Kepala KUA Kuta Alam Banda Aceh, Ustaz Martoni, yang berdomisili di Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng.
“Selamat kepada ananda Habibul Hamiz dan Kayyisa Farras serta seluruh kafilah lainnya yang telah mengharumkan nama Aceh di pentas nasional. Semoga Allah memberkahi semuanya, meninggikan derajat, serta memudahkan dan melapangkan segala urusan dan usaha mereka,” ungkapnya.
Irwansyah mengatakan para kafilah harus mendapatkan penyambutan dan penghormatan yang layak ketika kembali ke Banda Aceh. Ia juga berharap pemerintah memberikan apresiasi berupa bonus serta mempertimbangkan beasiswa bagi peserta yang masih berstatus pelajar.
“Saya ingin mengucapkan selamat datang kembali ke Banda Aceh kepada para kafilah. Kita berharap, ketika mereka kembali nanti, pemerintah dapat memberikan penghormatan dan penyambutan yang layak,” katanya.
Lebih lanjut, Irwansyah meminta pembinaan kafilah dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Menurutnya, pembinaan tersebut perlu didukung kolaborasi dengan dewan pelatih yang berkualitas. Pemerintah juga diharapkan mencari dan merekrut tenaga pelatih yang kompeten guna meningkatkan kemampuan para peserta.
Ia berharap Banda Aceh mampu meningkatkan prestasinya pada MTQ Aceh mendatang. Jika sebelumnya Banda Aceh berhasil meraih juara II, ke depan daerah tersebut diharapkan dapat bersaing memperebutkan gelar juara umum.
“Pembinaan berkelanjutan harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dengan berkolaborasi bersama dewan pelatih yang berkualitas. Tenaga pelatih yang kompeten bisa kita cari dan rekrut agar prestasi kafilah ke depan semakin meningkat,” pungkasnya.[]






