Mediasatunews.com | Surabaya – Organisasi Wilayah Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh turut meramaikan Expo UMKM Kibar 5 yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ISMI 2026. Acara ini berlangsung pada 27-28 Oktober di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, ISMI Aceh memperkenalkan sejumlah produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah, mulai dari kuliner tradisional, kopi Gayo, hingga produk parfum, perawatan tubuh, dan kecantikan.
Keikutsertaan produk UMKM Aceh dalam ajang nasional ini menjadi salah satu upaya ISMI Aceh memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua ISMI Aceh, Nurchalis, melalui Sekretaris Umum ISMI Aceh, Muhammad Balia, mengatakan, kehadiran produk-produk unggulan Aceh dalam Expo UMKM KIBAR 5 merupakan bagian dari upaya organisasi memperkuat peran saudagar muslim dan mendorong peningkatan daya saing UMKM daerah.
“Produk yang diperkenalkan tidak hanya mengandalkan kekhasan cita rasa dan bahan baku lokal, tetapi juga dikemas untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Salah satu UMKM lokal yang turut diperkenalkan adalah Meutuwah Mata asal Kabupaten Pidie yang menghadirkan berbagai produk oleh-oleh khas daerah.
Produk tersebut meliputi kue bhoi dengan tiga varian rasa, yakni original, cokelat, dan pandan, serta emping Aceh super dan emping melinjo Aceh Chips.
Selain mempertahankan cita rasa tradisional, produk-produk tersebut juga dikemas secara praktis untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun pasar oleh-oleh.
Produk kuliner lainnya yang turut diperkenalkan adalah Nakusuka Serundeng, yang menawarkan serundeng khas Aceh dalam tiga pilihan rasa.
Ketiga varian tersebut terdiri atas pedas daun temurui, teri & kacang tanah, serta bawang goreng.
Dengan kemasan 60 gram dan 100 gram, produk ini menyasar pasar ritel maupun peluang kerja sama dengan reseller.
Tak ketinggalan, Keumamah Cutkak turut membawa cita rasa kuliner khas Aceh melalui produk sambal tuna yellowfin yang diolah menggunakan resep warisan keluarga.
Produk tersebut dibuat tanpa bahan pengawet dan penyedap rasa, dengan kemasan praktis berukuran 150 gram.
Kehadiran Keumamah Cutkak sekaligus memperkenalkan potensi pengolahan hasil perikanan Aceh menjadi produk pangan bernilai tambah yang memiliki peluang pemasaran lebih luas.
Selain produk kuliner, ISMI Aceh juga memperkenalkan Merador Coffee yang mengangkat kekayaan kopi arabika Gayo dari dataran tinggi Aceh Tengah.
Melalui koleksi kopi Gayo, Merador Coffee menghadirkan sejumlah pilihan produk, di antaranya Merador Signature, Prime Roast, Gold Reserve, Peaberry Jewel, Natural Bliss, Velvet Wine Roast, serta Bold Roast.
Produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di pasar nasional maupun internasional.
Sementara dari sektor industri kreatif dan kecantikan, PT Global Mandiri USK turut memperkenalkan produk parfum, perawatan tubuh, dan perawatan kulit melalui merek Neelam dan Elgeena.
Produk yang ditawarkan antara lain Moringa Premium Perfume, Tarina Morinely Perfume, Eau de Parfum, Hand & Body Serum, serta berbagai produk perawatan tubuh.
Untuk produk perawatan kulit, Elgeena menghadirkan sejumlah pilihan, seperti toner, cleanser, krim siang dan malam, serta serum.
Keikutsertaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa potensi UMKM Aceh tidak hanya terbatas pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga mulai berkembang ke industri kosmetik dan produk perawatan tubuh.
Buka Peluang Kerja Sama Bisnis
Melalui Expo UMKM KIBAR 5 di Rakornas ISMI, pengurus ISMI Aceh berupaya mempertemukan produk unggulan daerah dengan calon pembeli, distributor, reseller, serta mitra usaha potensial.
Ajang ini juga menjadi sarana memperkenalkan kualitas, kemasan, dan keberagaman produk UMKM Aceh kepada jaringan saudagar muslim dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam katalog produk unggulan yang dibawa ISMI Aceh, peluang kolaborasi turut ditawarkan melalui skema distribusi, kerja sama pasokan, hingga kemitraan dengan reseller.
Langkah tersebut sejalan dengan rencana program kerja ISMI Aceh tahun 2027 yang memprioritaskan penguatan UMKM, perluasan akses pasar, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.
Selain itu, di Rakornas ISMI, pengurus ISMI Aceh juga menyiapkan program hilirisasi ketahanan pangan untuk mendorong produk pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui partisipasi dalam Expo UMKM KIBAR 5 di Surabaya, ISMI Aceh berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kemitraan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM di Aceh. []






