Pemko Banda Aceh Latih 400 Pelaku UMKM Adopsi Teknologi AI

Pemko Banda Aceh Latih 400 Pelaku UMKM Adopsi Teknologi AI

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh membina 400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Pelatihan Pengusaha Banda Aceh Siap Adopsi AI dalam rangka AIM ASEAN Roadshow Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Politeknik Aceh, Senin (26/10/2026).

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Banda Aceh Academy dengan ASEAN Foundation dan difasilitasi oleh Politeknik Aceh.

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan pelatihan ini penting untuk membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dan memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha.

Menurutnya, teknologi AI dapat mendukung percepatan pengelolaan usaha agar lebih efektif dan profesional, mulai dari pengelolaan keuangan hingga strategi promosi produk.

“Perkembangan AI saat ini dapat memberikan dukungan untuk mempercepat pengelolaan usaha agar lebih profesional, baik dalam pengelolaan keuangan maupun cara mempromosikan produk agar lebih menarik. Bahkan, untuk membuat berbagai materi promosi, pelaku usaha dapat memanfaatkan AI sehingga tidak selalu harus mengeluarkan biaya mahal,” ujar Illiza.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, AI merupakan alat pendukung untuk mempermudah pengelolaan usaha, bukan pengganti peran manusia sepenuhnya.

“AI harus dimanfaatkan dengan baik dan bertanggung jawab karena teknologi ini berfungsi sebagai pendukung untuk mempercepat dan mempermudah pengelolaan usaha,” tegasnya.

Illiza menjelaskan, pelatihan yang digelar saat ini merupakan tahap dasar. Pemerintah Kota Banda Aceh berencana melanjutkan program tersebut melalui pelatihan lanjutan pada Februari 2027 untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi AI.

“Ini adalah pelatihan dasar yang kita laksanakan hari ini. Insyaallah, pada Februari tahun depan akan ada pelatihan lanjutan bagi para pelaku UMKM. Selama dua hari ini, sekitar 400 peserta mengikuti pelatihan dan ke depan mereka juga akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengadopsi AI,” kata Illiza.

Ia optimistis pelatihan tersebut dapat mempercepat adaptasi pelaku UMKM di Banda Aceh terhadap perkembangan teknologi. Pemerintah kota juga melibatkan talenta lokal, termasuk pelaku perusahaan rintisan (startup) asal Aceh yang telah mengembangkan produk di bidang teknologi.

“Saya optimistis mereka akan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan zaman melalui penggunaan AI. Kita juga menggandeng anak-anak Aceh dari perusahaan rintisan yang telah menghasilkan produk teknologi. Perkembangannya cukup baik di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Selain pelatihan AI, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menyiapkan proyek percontohan Garuda Spark yang akan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Banda Aceh Academy.

Illiza mengatakan, proyek tersebut akan dikembangkan di gedung yang saat ini sedang dipersiapkan dan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Program itu diharapkan dapat mendorong lahirnya perusahaan rintisan baru sekaligus meningkatkan jumlah pelaku usaha berbasis teknologi di Banda Aceh.

“Gedung yang sedang kita persiapkan, insyaallah, selesai tahun ini. Di sana juga akan ada Garuda Spark yang diharapkan dapat melahirkan perusahaan rintisan baru dan meningkatkan jumlah startup di Kota Banda Aceh,” pungkasnya.[]